BacaJogja – Aksi kejahatan jalanan yang dikenal sebagai klitih kembali menjadi perbincangan setelah dua remaja diamankan di Bantul, Yogyakarta. Insiden ini terjadi menjelang subuh, sekitar pukul 03.00 WIB, ketika dua bocah membuat keributan di jalanan. Polisi yang dibantu warga berhasil mengamankan keduanya.
Video penangkapan mereka beredar di media sosial, termasuk di akun Instagram @merapi_uncover. Dalam video tersebut, terlihat kerumunan warga yang tengah mengamankan kedua terduga pelaku. Narasi dalam video itu menyebutkan, “Kliteh Tertangkap.”
Baca Juga: Sarkem Fest 2025: Tradisi Ruwahan Apeman yang Meriah, Tarik Wisatawan ke Yogyakarta
Pihak kepolisian membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi apakah keduanya benar-benar melakukan aksi klitih atau hanya sekadar memancing keributan. Yang jelas, mereka berkendara secara ugal-ugalan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, melalui akun Instagram @inengahjeffry, mengungkapkan bahwa kedua remaja diamankan di Dusun Bungas, Sumberagung, Jetis, Bantul. Mereka berinisial RR (15), warga Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, yang merupakan siswa kejar paket kelas 9, serta JFS (14), warga Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta, yang tercatat sebagai pelajar SMP Piri 2.
Menurut AKP Jeffry, pada Sabtu (22/2) sekitar pukul 03.10 WIB, kedua remaja tersebut sudah dalam pengejaran petugas kepolisian yang tengah berpatroli. Informasi dari Polda DIY dan Polresta Yogyakarta menyebutkan bahwa mereka berkendara secara zig-zag dan ugal-ugalan dari simpang empat Wojo ke arah selatan.
Baca Juga: Hiburan Gratis Konvoi Truk Raksasa: Bahagia Itu Sederhana
Sebagai langkah awal, Polsek Jetis mengamankan kedua anak tersebut dan memanggil orang tua, pihak sekolah, RT, serta dukuh setempat. AKP Jeffry mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi anak-anak mereka dan memastikan mereka tidak keluar rumah hingga larut malam.
“Mohon untuk orang tua bisa memastikan anaknya ada di rumah dan tidak keluar hingga larut malam,” pesan AKP Jeffry.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam mencegah mereka terlibat dalam aksi yang dapat meresahkan masyarakat. []