BacaJogja – Sebuah video yang memperlihatkan bus rombongan wisatawan tersesat dan nyaris terguling di wilayah Petung, Kalurahan Giriwungu, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, viral di media sosial. Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan warganet hingga menyebar luas di berbagai grup WhatsApp.
Insiden ini terjadi pada libur akhir tahun, saat arus wisata menuju Gunungkidul terpantau padat. Bus yang mengangkut 21 penumpang asal Jakarta dilaporkan salah jalur dan masuk ke jalan sempit perkampungan di kawasan perbukitan dan hutan.
Berdasarkan informasi di lapangan, terdapat dua dugaan utama yang menyebabkan bus wisata tersebut tersesat:
- Sopir belum hafal medan dan terlalu mengandalkan aplikasi peta digital.
- Sopir sengaja menghindari jalur wisata utama yang padat kendaraan saat libur akhir tahun.
Namun, alih-alih menemukan jalur alternatif yang aman, bus justru diarahkan ke tanjakan sempit dengan kontur ekstrem. Saat mencoba menanjak, bus tidak kuat dan mundur sekitar lima meter, hingga akhirnya miring dan hampir terguling.
Medan Sulit, Evakuasi Sempat Terkendala
Medan lokasi kejadian yang sempit dan menanjak membuat petugas kepolisian, tenaga medis, serta ambulans kesulitan menjangkau lokasi. Meski demikian, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
Kesaksian Warga di Lokasi Kejadian
Salah satu saksi mata mengungkapkan bahwa dirinya sempat memberi peringatan kepada sopir terkait kondisi jalan.
“Saya sudah bilang jalannya sempit. Saya kodekan naik, tapi mungkin sopirnya kurang tahu medannya,” ujar saksi.
Ia menambahkan bahwa posisi bus tidak sampai terbalik, melainkan hanya miring.
“Busnya miring, penumpang aman semua. Mundur sekitar lima meter. Sekitar jam 10-an kejadiannya,” jelasnya.
Saksi juga menyebutkan bahwa penumpang merupakan rombongan mahasiswi dari berbagai universitas di Jakarta Timur.
Penjelasan Polisi: Sopir Tak Hafal Jalur
Petugas kepolisian yang berada di lokasi membenarkan bahwa bus bertujuan menuju kawasan Ngeseng, namun sopir tidak memahami medan.
“Sudah kami imbau untuk tidak melanjutkan ke arah selatan terus Legundi, tapi sopir tetap melanjutkan. Akhirnya tidak kuat menanjak di wilayah Buda,” jelas petugas.
Polisi juga mengimbau agar bus medium dan bus besar tidak memaksakan masuk jalur sempit.
“Sebaiknya menggunakan shuttle atau satel. Parkir sudah disediakan di perempatan Sawah atau Perempatan Legundi yang memang disiapkan untuk wisatawan,” tegasnya.
Pengingat Penting bagi Wisatawan dan Sopir Bus
Kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa tidak semua jalur alternatif aman, terutama bagi kendaraan besar di wilayah perbukitan Gunungkidul. Mengandalkan aplikasi peta tanpa memahami kondisi medan berisiko tinggi, terlebih saat musim liburan dengan volume wisatawan yang meningkat.
Pihak kepolisian dan warga setempat mengimbau agar sopir bus wisata selalu mematuhi rambu, arahan petugas, serta memilih jalur resmi demi keselamatan penumpang. []






