Cuaca Ekstrem Terjang DIY, Puluhan Pohon Tumbang dan Rumah Warga Rusak

  • Whatsapp
beringin kotagede
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir melanda DIY, Kamis (29/1/2026). Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta terdampak. (Ist)

BacaJogja – Cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/1/2026). Dampak cuaca buruk tersebut terjadi di sejumlah kabupaten/kota, terutama Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul.

Berdasarkan Laporan Situasi Pusdalops PB BPBD DIY per pukul 17.45 WIB, cuaca ekstrem dipicu oleh peringatan dini yang dikeluarkan BMKG DIY sejak pukul 12.23 WIB dan terus diperbarui hingga sore hari. Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang meluas ke seluruh wilayah DIY.

Read More

Dampak Terparah Terjadi di Bantul

Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan jumlah titik terdampak terbanyak. Tercatat 25 titik di tujuh kapanewon, yakni Banguntapan, Kasihan, Sedayu, Bantul, Kretek, Sanden, dan Pleret.

Dampak yang ditimbulkan meliputi pohon tumbang, gangguan akses jalan, kerusakan rumah warga, kendaraan roda dua dan roda empat, warung atau tempat usaha, jaringan listrik, hingga fasilitas umum berupa kompleks Masjid Mataram.

Sementara itu di Kabupaten Sleman, terdapat 4 titik terdampak di Kapanewon Gamping dan Godean. Kerusakan meliputi pohon tumbang di lima titik, gangguan akses jalan dan jaringan listrik, pagar rusak, satu unit mobil terdampak, serta dua rumah warga mengalami kerusakan.

Adapun di Kota Yogyakarta, dampak cuaca ekstrem terpantau di Kemantren Kotagede dengan lima titik terdampak. Pohon tumbang menyebabkan gangguan jaringan listrik dan satu rumah warga dilaporkan rusak.

Hingga laporan ini disusun, BPBD DIY belum menerima laporan dampak cuaca ekstrem dari Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul.

BPBD DIY Lakukan Penanganan Cepat

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, S.H., S.T., M.Kes., mengatakan bahwa sejak peringatan dini BMKG dikeluarkan, BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan langkah kesiapsiagaan dan penanganan di lapangan.

“Sejak adanya peringatan dini dari BMKG, kami langsung berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan unsur terkait untuk melakukan asesmen serta penanganan cepat di lokasi terdampak. Prioritas kami adalah membuka akses jalan, mengamankan jaringan listrik, dan memastikan keselamatan warga,” ujar Agustinus.

Dalam proses penanganan, BPBD melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, PLN, PMI, Tagana, pemerintah kalurahan, relawan kebencanaan, hingga masyarakat setempat. Kegiatan yang dilakukan antara lain asesmen dampak, pemotongan pohon tumbang, serta koordinasi lintas sektor.

Warga Diminta Tetap Waspada

BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan rapuh, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman.

“Data ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai laporan dari lapangan,” tambah Agustinus.

BPBD DIY juga membuka kanal informasi dan aduan masyarakat melalui Pusdalops PB BPBD DIY untuk mempercepat respons penanganan apabila terjadi kejadian serupa. []

Related posts