BacaJogja – Tokoh Agama Papua yang juga Sekretaris Umum Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, Pdt. Dr. Yones Wenda, S.Th, menyampaikan imbauan keras kepada kelompok TPN-OPM agar menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil, khususnya di Kabupaten Yahukimo.
Pernyataan tersebut disampaikan Pdt. Yones pada Senin (19/01/2026) sebagai respons atas meningkatnya aksi kekerasan yang menyasar warga sipil yang tidak terlibat konflik bersenjata. Ia menegaskan, masyarakat sipil tidak bersenjata dan tidak pantas dijadikan korban dalam konflik apa pun.
Masyarakat Sipil Bukan Sasaran Konflik
Pdt. Yones menyesalkan tindakan kekerasan yang dialami warga yang sejatinya hanya berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari demi keluarga mereka.
“Saya menghimbau dengan tegas kepada TPN-OPM, khususnya yang berada di Kabupaten Yahukimo, agar jangan lagi membunuh atau menyakiti masyarakat sipil. Mereka tidak bersenjata dan hanya mencari makan untuk menghidupi keluarga,” tegasnya.
Menurutnya, tindakan menyasar warga sipil justru bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan mencederai tujuan perjuangan yang diklaim oleh kelompok bersenjata tersebut.
Nilai Perjuangan Dinilai Menyimpang
Pdt. Yones menekankan bahwa jika perjuangan yang diusung benar-benar demi Papua, maka seharusnya dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab dan bermartabat, bukan dengan mengorbankan rakyat sendiri.
“Kalau betul-betul berani berjuang, berjuanglah dengan cara yang benar. Jangan ganggu masyarakat sipil. Mereka bukan lawan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pola kekerasan yang dinilai hanya meninggalkan penderitaan berkepanjangan bagi warga, terutama setelah pelaku melarikan diri ke hutan dan meninggalkan masyarakat dalam ketakutan.
Tokoh Agama Prihatin, Serukan Penghentian Kekerasan
Sebagai tokoh agama, Pdt. Yones menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban dari kalangan warga sipil di Papua, khususnya di Yahukimo. Ia menilai kekerasan tersebut merusak tatanan kehidupan sosial dan nilai-nilai kebersamaan masyarakat Papua.
“Mulai hari ini, hentikan semua tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil. Jangan cari nama dan kepentingan dengan cara menyiksa rakyat Papua sendiri,” katanya.
Ia juga mempertanyakan arah dan kepemimpinan kelompok bersenjata yang dinilai telah menyimpang dari tujuan awal perjuangan.
Minta TNI-Polri Bertindak Tegas
Selain menyampaikan imbauan kepada kelompok bersenjata, Pdt. Yones juga meminta aparat keamanan TNI-Polri untuk bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Saya mohon kepada TNI-Polri agar menindak tegas pelaku-pelaku yang mengganggu keamanan dan menyiksa masyarakat. Itu bukan perjuangan yang benar karena mengganggu aktivitas negara dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap para pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Kami para tokoh agama sangat prihatin. Banyak masyarakat sipil yang menjadi korban. Harapan kami, aparat keamanan dapat bertindak tegas demi terciptanya kedamaian di Papua,” pungkas Pdt. Dr. Yones Wenda. []






