BacaJogja — Aksi ugal-ugalan tiga remaja terduga klitih atau kejahatan jalanan yang membawa senjata tajam di Jalan Godean–Pedes, wilayah Moyudan, Kabupaten Sleman, berakhir dengan kecelakaan tunggal pada Jumat (1/5/2026) dini hari.
Ketiganya terjatuh setelah sepeda motor jenis Kawasaki KLX yang mereka tumpangi menabrak tugu di Dusun Menulis, Sumbersari. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dan kini ditangani Polsek Moyudan, Polresta Sleman.
Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan kejadian bermula saat seorang pengendara berinisial DAN (18), warga Sidoluhur, Godean, melintas dari arah utara ke selatan.
Saat itu, DAN yang berboncengan dengan rekannya mencoba mendahului sepeda motor Kawasaki KLX yang ditumpangi tiga remaja tersebut. Namun, upaya tersebut justru memicu tindakan intimidasi dari para pelaku.
“Pengendara sepeda motor Kawasaki KLX bersama dua pemboncengnya kembali mendahului pelapor sambil membleyer kendaraan. Dua pembonceng di belakang mengayun-ayunkan dua bilah celurit,” ujar Iptu Argo.
Merasa terancam, pelapor kemudian membuntuti kendaraan pelaku dari belakang. Hingga akhirnya, saat melintas di Dusun Menulis, Sumbersari, pengendara KLX kehilangan kendali dan menabrak tugu di sisi barat jalan.
Benturan keras membuat ketiga pelaku terjatuh. Petugas Polsek Moyudan yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian.
Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan dua bilah senjata tajam jenis celurit yang dibawa para pelaku. Selain itu, satu unit sepeda motor Kawasaki KLX turut diamankan sebagai barang bukti.
Akibat kecelakaan tersebut, dua remaja mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping menggunakan ambulans.
Sementara satu pelaku lainnya berinisial WF (17), warga Argomulyo, Sedayu, yang tidak mengalami luka, langsung diamankan ke Mapolsek Moyudan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor Kawasaki KLX dan dua bilah senjata tajam jenis celurit. Saat ini kasus masih dalam proses penyidikan,” tambahnya.
Polisi Dalami Motif dan Jaringan
Pihak kepolisian masih mendalami motif para remaja tersebut membawa senjata tajam saat berkendara di jalan umum. Tidak menutup kemungkinan adanya keterkaitan dengan fenomena kelompok remaja atau aksi kekerasan jalanan yang belakangan marak terjadi.
Kasus ini menjadi perhatian karena tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lain.
Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya aksi remaja yang membawa senjata tajam di ruang publik. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut juga berpotensi memicu kekerasan dan kecelakaan.
Pengawasan orang tua, lingkungan, serta penegakan hukum dinilai menjadi kunci untuk menekan kejadian serupa di wilayah Sleman dan sekitarnya. []






