BacaJogja — Kegiatan memancing yang seharusnya menjadi sarana rekreasi berujung menjadi tragedi memilukan. Seorang warga Srandakan dilaporkan meninggal dunia setelah nekat menceburkan diri dan hanyut di aliran Sungai Progo, tepatnya di kawasan Dusun Singgelo, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul.
Peristiwa nahas mengenai adanya pemancing tenggelam di Sungai Progo ini pertama kali dilaporkan oleh warga dan saksi mata pada Minggu (7/6/2026) subuh. Setelah dilakukan upaya pencarian, korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa beberapa jam kemudian.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian Polsek Srandakan, identitas korban diketahui bernama Budi, seorang pria yang berdomisili di Dusun Gunungsaren Kidul RT 074, Trimurti, Srandakan, Bantul.
Kronologi Kejadian: Sempat Dikira Hendak Berenang
Peristiwa memilukan ini bermula pada Minggu dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Salah seorang saksi, Alit Permono (38), warga Umbulharjo, Yogyakarta, yang saat itu juga hendak memancing, melihat korban sudah berada di pinggir Sungai Progo.
Saat didekati, kondisi korban tampak tidak stabil dan sempoyongan. Karena merasa khawatir, saksi sempat menolong korban dan menyarankannya untuk segera pulang demi keselamatan. Korban pun kemudian terlihat pergi meninggalkan lokasi ke arah utara dengan mengendarai sepeda motornya.
Namun tak disangka, petaka justru terjadi satu jam setelahnya. Pukul 03.00 WIB, saksi lain bernama Bangun Santoso (51) melihat korban kembali ke area sungai dan langsung menceburkan diri ke dalam aliran Sungai Progo.
“Awalnya saksi mengira korban hanya berniat untuk berenang biasa. Namun di tengah kondisi cuaca yang masih gelap gulita, saksi samar-samar mendengar suara teriakan minta tolong dari arah sungai,” tulis keterangan Basarnas Yogyakarta.
Menyadari ada hal yang tidak beres, saksi Alit Permono dan Riki Oktafio (22) segera bergegas melaporkan insiden dugaan pemancing tenggelam di Sungai Progo tersebut ke Mapolsek Srandakan sekira pukul 05.00 WIB guna mendapatkan bantuan evakuasi.
Korban Ditemukan Meninggal Dunia
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas kepolisian bersama Tim SAR dan relawan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian di Dusun Singgelo untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian intensif, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan keberadaan korban pada pukul 09.23 WIB. Jasad korban ditemukan mengapung di aliran sungai, berjarak sekitar 10 meter ke arah selatan dari tempat kejadian perkara (TKP) awal. Petugas memastikan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti milik korban yang ditinggalkan di tepi sungai, di antaranya:
-
One unit sepeda motor Honda Impresa dengan Nomor Polisi AB 4662 PC.
-
Satu buah tas hitam yang berisi botol air mineral dan satu set joran pancing.
-
1 unit Smartphone Android.
Jasad korban kemudian dievakuasi oleh petugas untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di Gunungsaren Kidul untuk proses pemakaman.
Pihak berwajib kembali mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pencinta tak aktivitas memancing malam hari, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima saat beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berarus deras. []






