Puncak HUT ke-195 Bantul: Sri Sultan Minta Pemkab Segera Eksekusi Program Pro-Rakyat

  • Whatsapp
sultan bantul
Puncak HUT ke-195 Bantul, Sri Sultan HB X instruksikan Pemkab Bantul segera eksekusi program pro-rakyat dan kutip filosofi Jawa. (Pemda DIY)

BacaJogja — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan instruksi tegas kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bantul untuk segera mengeksekusi program-program yang berpihak pada rakyat.

Pesan mendalam tersebut disampaikan Sri Sultan saat menghadiri puncak Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul yang berlangsung khidmat di Lapangan Trirenggo, Bantul, Senin (20/7/2026).

Read More

Dalam amanatnya, Raja Keraton Yogyakarta ini menegaskan bahwa visi dan misi kepala daerah tidak boleh sekadar berhenti sebagai wacana, melainkan harus dibuktikan lewat tindakan nyata di lapangan. Sri Sultan meminta agar program yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terus dioptimalkan, sementara kebijakan yang belum tepat sasaran wajib segera dievaluasi.

“Jika masih ada yang belum benar dan tepat, agar segera disempurnakan. Supaya visi Bupati yang ditargetkan bisa segera terwujud melalui eksekusi program yang pro-rakyat,” tegas Sri Sultan di hadapan jajaran Pemkab dan warga Bantul.

Kutip Filosofi Jawa: Peringatan Jangan Sampai Aji Godong Jati Aking

Sri Sultan mengingatkan bahwa percepatan eksekusi program sangat krusial agar pemerintah dan masyarakat Bantul mampu beradaptasi dengan laju perubahan zaman.

Menandaskan pentingnya fondasi kehidupan, Ngarsa Dalem mengutip nilai luhur dari Serat Wedhatama, bahwa kehidupan manusia ditopang oleh tiga pilar utama:

  1. Wirya (kedudukan/jabatan)

  2. Arta (harta/perekonomian)

  3. Winasis (ilmu pengetahuan/kecerdasan)

Sultan menyebut, jika seseorang kosong dari ketiga hal tersebut, manusia ibarat aji godong jati aking—daun jati kering yang tak berharga, mudah terombang-ambing, dan berujung pada kesengsaraan.

Lebih lanjut, Sri Sultan berpesan agar kecerdasan (winasis) yang dimiliki aparatur maupun warga Bantul senantiasa dibarengi dengan kematangan mental serta kerendahan hati. Ia mengibaratkannya dengan ungkapan Jawa giri lusi janma tan kena kinira—layaknya cacing yang secara perlahan mampu mendaki gunung.

Filosfi tersebut menjadi pengingat agar siapapun tidak bersikap sombong atau merendahkan pihak lain. Momentum HUT ke-195 ini diharapkan menjadi pijakan bagi Bantul untuk terus mengasah akal budi dan menyingkirkan laku buruk demi kesejahteraan bersama.

Respons Bupati Bantul: Deklarasi 5 Poin ‘Nawala Bupati’

Instruksi dan arahan Sri Sultan tersebut sekaligus merespons laporan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Sebelumnya, Halim mendeklarasikan lima pedoman kerja yang dinamakan Nawala Bupati, sejalan dengan tema hari jadi tahun ini: Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari.

Berikut adalah 5 komitmen utama dalam Nawala Bupati:

  1. Peningkatan SDM: Meneladani jiwa ksatria para leluhur demi mewujudkan kemajuan daerah.

  2. Optimalisasi Pesisir Selatan: Mengelola potensi alam kawasan selatan sebagai gerbang utama kemakmuran warga.

  3. Pemerataan Infrastruktur: Pembangunan prasarana yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

  4. Penguatan Sosial: Mempererat semangat gotong royong, guyub rukun, dan tepa selira.

  5. Reformasi Pelayanan Publik: Mendorong transformasi internal Pemkab Bantul agar lebih profesional.

Bupati Abdul Halim menegaskan komitmennya untuk membawa birokrasi Bantul ke arah yang lebih modern dan responsif.

“Kami akan terus mendorong aparatur pemerintah agar lebih profesional, responsif, dan empatik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tentunya dengan menerapkan inovasi serta penguasaan teknologi informasi,” tandas Halim. []

Related posts