BacaJogja – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bergema hingga ke puncak ketinggian tebing Bantul. Sebuah Bendera Merah Putih raksasa berukuran 12×6 meter terbentang gagah di jalur wisata pendakian Via Ferrata, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, pada Minggu (16/8/2026).
Aksi heroik ini menjadi momen bersejarah karena merupakan pengibaran bendera raksasa pertama kalinya yang digelar di lokasi ekstrem tersebut.
Hasil Kolaborasi dan Persiapan Matang 3 Hari
Pengibaran Sang Saka Merah Putih di tebing tegar ini lahir dari kolaborasi lintas komunitas dan masyarakat lokal, meliput tim Selopamioro Adventure Park, Via Ferrata, Sembada Adventure Service, Kapala AMTA, Liberta Federal, serta warga sekitar.
Tak sekadar aksi spontan, aksi pengibaran ini membutuhkan persiapan matang selama tiga hari berturut-turut. Para personel terlatih melakukan pemetaan lokasi, pemasangan anchor (jangkar keamanan), hingga merangkai sistem tali-temali untuk membentangkan bendera raksasa.
Proses aksi diawali dengan memanjat jalur tebing Via Ferrata hingga mencapai Pos 1, sebelum akhirnya bendera raksasa perlahan dinaikkan dan dibentangkan menembus tiupan angin.
Menembus Cuaca Terik dan Angin Kencang
Prosesi bentang bendera sempat diwarnai tantangan alam. Cuaca terik yang menyengat serta hembusan angin tebing yang cukup kencang sempat menguji nyali para pemanjat. Namun, dengan koordinasi yang solid, bendera raksasa tersebut akhirnya sukses berkibar sempurna menutupi sebagian dinding batu tebing Selopamioro.
Michael Recky, salah seorang pemandu Via Ferrata, menuturkan bahwa aksi ini mengusung tema ‘Merah Putih Berkibar di Ketinggian, Semangat Indonesia Terus Menjulang’.
“Semoga semangat Merah Putih selalu menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak mengenal batas. Setinggi apa pun tebing yang kita hadapi, dengan keberanian, kebersamaan, dan tekad, selalu ada jalan untuk mencapai puncak,” ujar Michael.
Bukan Sekadar Seremoni Kemerdekaan
Senada dengan Michael, Ketua Sembada Adventure Service, Roihan, menegaskan bahwa aksi ekstrem ini memuat filosofi mendalam tentang nilai-nilai perjuangan para pahlawan.
“Pengibaran bendera di tebing bukan sekadar tentang mengibarkan Sang Merah Putih di ketinggian, tetapi tentang keberanian, perjuangan, kekompakan, dan rasa cinta tanah air. Di antara tebing, angin, dan ketinggian, kami belajar bahwa setiap langkah menuju puncak membutuhkan keberanian dan saling percaya,” jelas Roihan.
Aksi pengibaran di Via Ferrata Selopamioro ini menjadi bukti nyata kolaborasi masyarakat dan penggiat alam bebas di Bantul dalam merefleksikan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia melalui aksi yang memicu adrenalin sekaligus memupuk rasa nasionalisme. []






