Kencan Berujung Maut di Parangtritis: Tragedi Kamar 30 Ribu, Pria 70 Tahun Meninggal Saat Berduaan

  • Whatsapp
ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Ist)

BacaJogja — Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan objek wisata Pantai Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Seorang pria lanjut usia berinisial P (70), warga Kapanewon Jetis, dilaporkan meninggal dunia secara mendadak saat berada di dalam kamar hotel bersama seorang wanita pada Kamis (29/7/2026).

Korban menghembuskan napas terakhirnya setelah mengalami kejang-kejang secara tiba-tiba di sebuah kamar sewaan bertarif Rp30.000.

Read More

Kronologi Kejadian di Hotel Parangtritis

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa ini bermula ketika teman wanita korban berinisial SI (44), warga Kapanewon Imogiri, tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 09.00 WIB. SI menunggu kedatangan korban di area depan hotel.

Sekitar pukul 10.00 WIB, korban P tiba di lokasi dan langsung memesan salah satu kamar.

“Selanjutnya korban dan saksi masuk ke dalam kamar dan membayar Rp30 ribu untuk sewa kamar,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kretek, Ipda Kismanto, Kamis (29/7/2026).

Namun, tak lama berada di dalam kamar dan tengah berduaan, kondisi kesehatan P mendadak menurun drastis. Korban tiba-tiba dalam posisi tengkurap dan mengalami kejang-kejang.

Melihat kondisi tersebut, SI yang panik langsung keluar kamar untuk meminta bantuan kepada warga sekitar berinisial ADS (26). Saat ADS mengecek ke dalam kamar, kondisi korban sudah tidak bergerak dan didiga telah menghembuskan napas terakhir.

Guna memastikan hal tersebut, saksi lain berinisial AS (51) dipanggil untuk mengecek kembali sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Kretek.

Hasil Pemeriksaan INAFIS dan Puskesmas Kretek

Menerima laporan warga, jajaran kepolisian dari Polsek Kretek, Tim INAFIS Polres Bantul, serta petugas medis dari Puskesmas Kretek langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis awal.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar pada tubuh korban, petugas memastikan tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana maupun penganiayaan.

  • Tanda Kekerasan: Tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan pada fisik korban.

  • Barang Bawaan: Polisi menemukan uang tunai sebesar Rp150.000 di saku celana kiri dan selembar tisu kering di saku celana kanan.

  • Kondisi Fisik: Pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada luka lebam. Petugas hanya menemukan bekas luka jahitan lama pada kaki kanan korban, sementara area vital korban dinyatakan bersih tanpa cairan atau kotoran.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Penyebab kematian masih diselidiki lebih lanjut,” tegas Ipda Kismanto.

Pihak Keluarga Terima Kejadian Sebagai Musibah

Atas kejadian ini, pihak keluarga korban telah mendatangi lokasi dan menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah tak terduga. Keluarga enggan menempuh jalur hukum dan meminta agar jenazah segera diserahkan untuk dimakamkan secara layak.

Pihak kepolisian kemudian menyerahkan jenazah P kepada keluarga korban setelah seluruh rangkaian pemeriksaan medis dan administrasi selesai dilakukan. []

Related posts