Tidur Panjang di Atas Bentor: Saat Aspal Jogja Menjadi Saksi Bisu Kepergian Pejuang Nafkah

  • Whatsapp
bentor meninggal
Seorang kakek pengemudi bentor ditemukan meninggal dunia di atas becak motornya di Jalan KH Dahlan, Ngampilan, Kota Jogja. (Polresta Jogja)

BacaJogja — Malam di sudut Jalan KH Dahlan, Kemantren Ngampilan, Kota Jogja, perlahan beringsut menuju pagi pada Sabtu (4/7/2026). Di depan sebuah butik, sebuah becak motor (bentor) terparkir senyap. Di atasnya, Pak H (76), seorang lansia pejuang jalanan, tampak sedang terpejam.

Bagi siapa pun yang melintas pada pukul 03.15 WIB dini hari itu, sang kakek terlihat hanya sedang melepas lelah, bersandar di antara kemudi dan pekatnya malam. Namun, Jogja dini hari itu mencatat cerita pilu yang berbeda. Pak H ternyata telah pergi untuk selamanya, menutup usia di atas hamparan aspal yang selama bertahun-tahun menjadi saksi bisu perjuangannya mencari sesuap nasi.

Read More

Kronologi Penemuan Pejuang Nafkah yang Meninggal di Atas Bentor

Peristiwa memilukan ini pertama kali disadari oleh seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian. Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, menjelaskan bahwa korban yang merupakan warga Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja, awalnya masih terlihat beraktivitas seperti biasa pada Jumat (3/7/2026).

“Awalnya saksi masih melihat korban beraktivitas pada Jumat. Kemudian sekitar pukul 03.15 WIB saksi melihat korban tertidur dengan posisi bersandar di bentornya di depan An-Nur Butik,” kata Dani saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).

Kecurigaan mulai muncul saat saksi menyadari ada yang tidak beres dengan posisi tidur sang kakek. Pak H tampak sama sekali tidak bergerak dan tidak memperlihatkan tanda-tanda embusan napas.

Merasa ada yang janggal, saksi kemudian mengajak seorang penjual gudeg setempat—yang memang sudah mengenal dekat sosok korban—untuk mengecek kondisinya bersama-sama. Saat itulah, mereka menyadari bahwa pejuang nafkah tua itu telah mengembuskan napas terakhirnya dalam kesunyian malam Jogja. Kejadian ini pun langsung dilaporkan ke Polsek Ngampilan.

Hasil Pemeriksaan Tim Medis Polresta Jogja

Mendapat laporan warga, pihak kepolisian bersama tim medis dan Tim Inafis Polresta Jogja langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, petugas memastikan bahwa tidak ada unsur kekerasan atau indikasi kriminalitas di balik kematian korban. Pak H murni meninggal dunia karena faktor usia atau kondisi kesehatannya.

“Hasil pemeriksaan tim medis dan Inafis menyatakan korban telah meninggal dunia. Pada tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda DIY,” pungkas Iptu Dani Hasan.

Pergi dalam Tenang Tanpa Merepotkan Siapa pun

Kisah kepergian Pak H menyisakan rasa haru yang mendalam bagi warga di sekitar Jalan KH Dahlan. Sosoknya adalah potret nyata dari gigihnya “wong cilik” di sudut-sudut Kota Romantis ini. Di usia yang sudah menginjak 76 tahun—saat di mana sebagian lansia menikmati masa tua bersama anak cucu di rumah—ia tetap memilih setia menyusuri jalanan, memeras keringat demi menyambung hidup.

Meninggalnya Pak H di atas bentor miliknya seolah menjadi simbol keteguhan seorang kepala keluarga. Ia pergi dengan sangat tenang, tanpa keluhan, dan seakan enggan merepotkan orang lain, tepat di atas “singgasana” tempatnya menjemput rezeki sehari-hari.

Selamat jalan, Pak H. Bentormu kini telah berhenti beroperasi, namun kisah ketangguhanmu akan selalu membekas di sudut-sudut jalanan Kota Jogja. Semoga beristirahat dengan tenang di sisi-Nya. []

Related posts