BacaJogja — Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026–2027 tidak hanya menyajikan persaingan ketat di lapangan hijau, tetapi juga menghadirkan kisah-kisah inspiratif dari para pesepak bola cilik. Salah satu sorotan paling menarik datang dari tim KU 12 SDN Baturetno yang berstatus sebagai tim debutan.
Meskipun baru pertama kali berpartisipasi dalam turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini, tim asuhan Yohanes Sidiq Wijaya tersebut sukses melaju hingga babak perempat final.
Pelatih SDN Baturetno, Yohanes Sidiq Wijaya, mengungkapkan bahwa keberanian mendaftar didasari oleh makin maraknya geliat sepak bola putri di Yogyakarta.
“Sebetulnya kami masih mau mengukur level sejauh mana, ternyata rezekinya bisa terus melaju. Sebelum ke sini, kami memang lumayan serius seperti buka seleksi lalu masuk program latihan, sampai uji coba melawan beberapa sekolah,” kata Wijaya.
Istimewanya, dalam pertandingan berskala 7 vs 7 yang mewajibkan rotasi seluruh pemain cadangan ini, para siswanya mampu tampil lepas dan menikmati setiap laga di Stadion Tridadi dan Lapangan Sidomoyo.
Khayla Labiba: Tampil Impresif dengan Toples 11 Gol
Di balik kejutan SDN Baturetno, ada nama Khayla Labiba Nasjmi yang mencuri perhatian. Pemain kelas 6 SD tersebut tampil menonjol sepanjang turnamen dengan menggelontorkan total 11 gol ke gawang lawan.
Khayla mengaku kecintaannya pada si kulit bundar berawal dari lingkungan rumah dan kebiasaan menyaksikan ayahnya berolahraga.
“Saya sudah main bola sejak kelas 4 SD. Awalnya karena sering lihat ayah main bola, terus banyak anak-anak laki yang sering main di dekat rumah, lama-kelamaan jadi ikutan. Untuk persiapan ikut MLSC ini, saya semakin serius berlatih passing, shooting, dan game. Cita-cita saya mau masuk tim nasional,” tutur Khayla.
Mendorong Inklusivitas dan Ekosistem Sepak Bola Putri
Kiprah Khayla dan SDN Baturetno menjadi bukti nyata dari pesan yang diusung MLSC 2026–2027. Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, mengapresiasi antusiasme 1.294 atlet dari 76 SD/MI di Yogyakarta yang turut meramaikan kompetisi KU 10 dan KU 12, serta 65 anak KU 8 di Festival SenengSoccer.
“Fenomena ini menunjukkan anak perempuan mulai tertarik bermain sepak bola. Olahraganya semakin inklusif, tidak hanya terbatas di kalangan laki-laki saja,” ujar Chandra.
Ajang MLSC Seri 1 2026–2027 dijadwalkan hadir di 15 kota besar Indonesia, mulai dari Tangerang, Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga berakhir di Jayapura pada Desember 2026 mendatang.
Perkembangan bakat-bakat cilik serta hasil pertandingan lengkap dapat dipantau melalui kanal resmi www.milklifesoccer.com dan media sosial @milklifesoccer. []






