BacaJogja – Malam itu, langit di atas Patalan, Jetis, Bantul, tampak biasa saja. Lampu-lampu jalan berderet temaram di sepanjang Jalan Mangun Negoro, memantulkan cahaya samar di aspal yang mulai lembap oleh embun.
Lalu lintas tak begitu ramai; hanya sesekali kendaraan melintas, membawa kesunyian malam yang tenang. Namun sekitar pukul 21.15 WIB, ketenangan itu mendadak pecah oleh suara benturan keras—suara yang membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah.
Di tengah jalan, terlihat sebuah sepeda motor Honda Vario tergeletak ringsek. Tak jauh dari sana, mobil Daihatsu Sigra berhenti dengan bagian kanan depannya penyok. Di antara keduanya, seorang pemuda tergeletak lemah, tubuhnya tak lagi bergerak. Ia adalah ANY, 20 tahun, warga Srihardono, Pundong, Bantul. Malam itu menjadi perjalanan terakhirnya.
Baca Juga: Elf Box Terguling di Kali Pentung Gunungkidul, Berawal dari Mobil Tak Dikenal yang Mendahului
Beberapa warga berlari mendekat, sebagian mencoba menolong, sebagian lain menahan napas melihat luka di kepala sang pengendara motor. “Tadi suara benturannya keras banget, Mas. Seperti mobil nabrak tembok,” ujar seorang warga setempat yang masih tampak shock. Dalam hitungan menit, petugas kepolisian dan tim medis datang ke lokasi. Tapi harapan itu terlambat—pemuda itu telah meninggal dunia di tempat kejadian.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kecelakaan maut itu melibatkan motor Honda Vario AB-4613-PB dan mobil Daihatsu Sigra AA-1549-DF yang dikemudikan IAP (34), warga Trimulyo, Jetis.
“Dari hasil olah TKP, diduga pengendara motor melaju dari arah utara ke selatan, lalu melambung terlalu ke kanan hingga melewati garis tengah jalan. Di saat bersamaan, mobil dari arah berlawanan datang. Benturan pun tak terhindarkan,” jelas Rita saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/10/2025).
Baca Juga: Heboh Mobil Misterius di Bantul, Sedan Kuning Parkir Dua Tahun di SKB Sorowajan
Bagian kanan depan mobil Sigra tampak rusak, sementara motor korban hancur di sisi jalan. Jejak rem dan serpihan bodi motor berserakan di sekitar lokasi. Beberapa petugas tampak sibuk mengatur lalu lintas yang sempat macet, sementara yang lain memasang garis polisi dan melakukan olah TKP.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Rahma Husada. Sementara itu, pengemudi mobil Sigra tidak mengalami luka fisik, namun masih dalam pemeriksaan kepolisian. “Kami sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan kendaraan yang terlibat. Kasus ini ditangani Unit Lantas Polsek Jetis untuk mengetahui penyebab pasti dan apakah ada unsur kelalaian,” tambah Rita.
Di pinggir jalan, sisa pasir dan serpihan kaca masih terlihat hingga larut malam. Seorang warga menyalakan dupa kecil, seperti ingin menenangkan jiwa yang baru saja berpulang di tempat itu. Jalan Mangun Negoro kembali sunyi, tapi bekas tragedi malam itu meninggalkan bayang di hati mereka yang sempat menyaksikan. []






