BacaJogja – Keluarga almarhum Sigit Purnomo, korban kecelakaan di Jalan Wonosari, tepatnya di depan Toko Madura dan Indomaret Gandu, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Sleman, tengah mencari keberadaan pengendara yang menabraknya pada Rabu (16/10/2025) pagi.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ketika Sigit Purnomo, seorang duda asal Sleman, hendak menyeberang jalan. Saat itu, ia tertabrak kendaraan dari arah timur. Warga sekitar bersama pengemudi yang menabrak sempat membawa korban ke Rumah Sakit Harjo Lukito.
“Pelaku sempat berjanji akan bertanggung jawab, tetapi dalam situasi panik saat itu, tidak ada warga yang sempat mencatat identitas atau memfoto KTP-nya,” ungkap kerabat korban, Zazah Ara, melalui unggahan di fanspage Informasi Yogyakarta, Senin (10/11/2025).
Baca Juga: Mobil Nissan Grand Livina Terbakar di SPBU Patuk Gunungkidul, Diduga Akibat Overheat
Diketahui, pelaku sempat mengaku berasal dari Wonosari dan meninggalkan uang Rp150.000 di rumah sakit. Namun setelah itu, keberadaannya tak lagi diketahui.
Sayangnya, setelah dirawat beberapa waktu, Sigit Purnomo meninggal dunia pada Selasa (4/11/2025). Berdasarkan Kutipan Akta Kematian resmi Nomor 3404-KM-05112025-0011 yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman pada 5 November 2025, kematian almarhum telah tercatat secara sah dan ditandatangani secara elektronik oleh Drs. Arifin, M.Laws.
Tragisnya, Sigit meninggalkan dua anak yang masih kecil, masing-masing berusia 12 dan 9 tahun. Kini pihak keluarga berupaya mencari pelaku untuk melengkapi berkas pengurusan klaim Jasa Raharja.
Baca Juga: Viral Pria Pipis Sembarangan di Tugu Pal Putih Jogja, Warganet Minta Sanksi Tegas
“Kami hanya ingin kejelasan demi hak anak-anak almarhum. Mohon bantuan siapa pun yang mengetahui identitas atau keberadaan penabrak agar segera menghubungi pihak keluarga,” tulis Ara Zazah, dalam unggahan di media sosial.
Masyarakat diharapkan turut membantu menyebarkan informasi ini agar pelaku segera ditemukan dan proses hukum maupun administratif bisa diselesaikan dengan baik.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab moral dan hukum bagi setiap pengendara yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Selain itu, solidaritas sosial masyarakat sangat dibutuhkan agar keluarga korban mendapatkan keadilan serta kepastian untuk masa depan anak-anak yang ditinggalkan. []






