BacaJogja – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sleman dan mengakibatkan korban jiwa. Sebuah sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Magelang Km 16,5, tepatnya di Jembatan Cungkuk, Kapanewon Tempel, pada Kamis (15/1/2026) malam sekitar pukul 23.15 WIB. Insiden ini menyebabkan dua orang meninggal dunia dan satu korban mengalami luka serius.
Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai FAZ (22) dengan penumpang ATD (21). Keduanya diketahui melaju dari arah utara menuju selatan sebelum mengalami kecelakaan di sekitar jembatan.
Motor Oleng, Tabrak Tembok Jembatan hingga Hantam Pejalan Kaki
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal di lokasi kejadian, pengendara diduga kurang konsentrasi saat melintas di jembatan.
“Kendaraan oleng ke kiri dan membentur tembok jembatan. Akibat benturan tersebut, pengendara dan penumpang terjatuh ke badan jalan, sementara sepeda motor terpental dan mengenai seorang pejalan kaki,” ujar AKP Salamun saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).
Benturan keras menyebabkan sepeda motor bersama pejalan kaki berinisial G (55) terjatuh ke sungai di bawah jembatan.
Dua Korban Meninggal di Lokasi, Satu Dilarikan ke RSUD Sleman
Dalam peristiwa tersebut, penumpang sepeda motor ATD (21) dan pejalan kaki G (55) dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Kedua korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, pengendara sepeda motor FAZ (22) mengalami luka serius dan segera dilarikan ke RSUD Sleman guna mendapatkan perawatan medis intensif.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Penyelidikan
Petugas Satlantas Polresta Sleman yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mendata sejumlah saksi.
Polisi juga berkoordinasi dengan unit terkait dan memeriksa kondisi korban di rumah sakit. Hingga saat ini, kasus kecelakaan di Jembatan Cungkuk masih dalam proses penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kejadian.
Akibat kecelakaan tersebut, sepeda motor mengalami kerusakan parah pada bagian bodi depan, dengan estimasi kerugian materiil sekitar Rp3 juta.
Faktor Kelalaian Masih Dominasi Kecelakaan di Sleman
AKP Salamun menambahkan, faktor manusia atau kelalaian pengendara masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas di wilayah Bumi Sembada. Ia mengingatkan pentingnya konsentrasi penuh saat berkendara, terutama di malam hari dan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Sebagai perbandingan, pada Mei 2025, kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) juga terjadi akibat hilangnya konsentrasi pengemudi. Dalam perkara tersebut, pelaku dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 14 bulan penjara serta denda, karena kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.[]






