Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah 2025: Jadwal, Niat, dan Keutamaan Hari Menjelang Iduladha

  • Whatsapp

BacaJogja – Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Puasa-puasa ini memiliki keutamaan besar dan termasuk amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

Agar ibadah semakin sempurna, penting untuk mengetahui bacaan niat puasa sesuai dengan jenis dan waktunya. Berikut panduan lengkap puasa Dzulhijjah 2025, termasuk jadwal, niat, dan keutamaannya.

Read More

Jenis-Jenis Puasa Menjelang Idul Adha

Puasa sunnah selama 10 hari awal bulan Dzulhijjah terbagi menjadi tiga jenis:

  • Puasa Dzulhijjah: Dilaksanakan dari tanggal 1–7 Dzulhijjah.
  • Puasa Tarwiyah: Dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
  • Puasa Arafah: Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2025 (1446 H)

Berdasarkan kalender Hijriah Kemenag RI, berikut jadwal pelaksanaan puasa Dzulhijjah 2025:

  • 1 Dzulhijjah (Rabu, 28 Mei): Puasa Dzulhijjah hari ke-1
  • 2 Dzulhijjah (Kamis, 29 Mei): Puasa hari ke-2
  • 3 Dzulhijjah (Jumat, 30 Mei): Puasa hari ke-3
  • 4 Dzulhijjah (Sabtu, 31 Mei): Puasa hari ke-4
  • 5 Dzulhijjah (Minggu, 1 Juni): Puasa hari ke-5
  • 6 Dzulhijjah (Senin, 2 Juni): Puasa hari ke-6
  • 7 Dzulhijjah (Selasa, 3 Juni): Puasa hari ke-7
  • 8 Dzulhijjah (Rabu, 4 Juni): Puasa Tarwiyah
  • 9 Dzulhijjah (Kamis, 5 Juni): Puasa Arafah

Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

1. Niat Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya berniat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dikenal sebagai al-Ayyam al-‘Ashr atau hari-hari terbaik dalam setahun. Dalam hadits Rasulullah SAW:

“Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
(HR. Tirmidzi, Abu Daud)

Berikut keutamaan setiap harinya:

Hari ke-1

Dosa-dosa diampuni, sebagaimana Allah mengampuni Nabi Adam AS.

Hari ke-2

Pahalanya seperti ibadah setahun penuh tanpa maksiat.

Hari ke-3

Doa-doa dikabulkan seperti dikabulkannya doa Nabi Zakariya AS.

Hari ke-4

Kesusahan diangkat, dikumpulkan bersama orang mulia di akhirat.

Hari ke-5

Terhindar dari sifat munafik dan siksa kubur.

Hari ke-6

Mendapat rahmat dan kasih sayang Allah, serta dibukakan pintu-pintu kebaikan.

Hari ke-7

Dijauhkan dari 30 kesulitan dan dibukakan 30 pintu kemudahan.

Hari ke-8 (Tarwiyah)

Menghapus dosa satu tahun sebelumnya.

Hari ke-9 (Arafah)

Dosa setahun lalu dan setahun akan datang diampuni. Diberikan berkah hidup, rezeki lapang, rumah tangga tenteram, kematian yang mudah, hingga cahaya di alam kubur.

Menjalankan puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah adalah amalan istimewa yang membawa banyak keutamaan. Mari manfaatkan momen 10 hari pertama bulan Dzulhijjah untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah.

Semoga panduan ini bermanfaat dan memotivasi Anda untuk meraih keutamaan di hari-hari terbaik ini. []

Related posts