BacaJogja – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bantul pada 20 November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada jalan aspal di Dusun Sompok, RT 07, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri. Jalan yang awalnya hanya mengalami retakan sepanjang sekitar 22 meter, kini dinyatakan putus total.
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sriharjo melakukan asesmen pada Jumat, 21 November 2025 dan memastikan bahwa retakan semakin melebar akibat meningkatnya debit Sungai Oya yang menggerus struktur jalan. Kondisi ini menyebabkan akses utama warga benar-benar terputus.
Pemerintah Kabupaten Bantul turut mengonfirmasi keadaan tersebut melalui imbauan resmi.
“Halo sedulur Bantul, yang mau ke wisata Srikeminut Imogiri pending dulu lur, jalan putus karena hujan deras,” demikian keterangan Pemkab Bantul melalui unggahan di medsos resmi.
Baca Juga: “Jembatan Kabanaran”: Nama Pemberian Sri Sultan HB X yang Menyimpan Jejak Perjuangan Mataram
Kerusakan jalan tersebut menimbulkan ancaman serius bagi konektivitas wilayah. Selain Sompok RT 07, beberapa wilayah seperti Wunut RT 01, 02, dan 03 berpotensi terisolir. Bahkan di Wunut RT 03 dilaporkan ada tambahan kerusakan berupa jalan amblas.
Sebelum jalan benar-benar terputus, FPRB Sriharjo bersama warga telah melakukan langkah awal berupa asesmen dan pemasangan rambu peringatan di lokasi retakan. Namun dengan kondisi terbaru, warga sangat berharap pemerintah segera mengambil tindakan penanganan darurat.
Baca Juga: Viral Driver ShopeeFood Sleman Dipukul Saat Tunggu Orderan: Kronologi Lengkap dan Respons Polisi
“Kebutuhan mendesak adalah penanganan segera. Jika akses tidak dibuka kembali, sejumlah wilayah akan terisolir,” demikian laporan FPRB Sriharjo yang beralamat di Kompleks Kalurahan Sriharjo, Imogiri.
Saat ini, FPRB Sriharjo dan warga masih berjaga di lokasi sambil menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah daerah agar akses masyarakat dan wisatawan, terutama menuju kawasan wisata Srikeminut, dapat segera pulih. []






