Stok Pangan Kulon Progo Aman: Jelang Nataru Meski Harga Cabai dan Bawang Merah Naik

  • Whatsapp
Stok pangan
TPID DIY memastikan stok pangan di Kulon Progo aman menjelang Natal dan Tahun Baru. (Pemda DIY)

BacaJogja – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY memastikan bahwa ketersediaan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman. Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai dan bawang merah, secara umum pasokan sembako dan bahan pokok tetap stabil.

Kepastian tersebut diperoleh setelah TPID DIY bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan pemantauan langsung di Pasar Wates serta PT Janu Putro, peternak telur ayam di Lendah, Kulon Progo, pada Jumat (5/12/2025).

Read More

Stok Aman, Distribusi Lancar

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan gangguan distribusi maupun potensi kelangkaan bahan pokok.

“Ketersediaan sembako untuk masyarakat dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru aman. Sampai hari ini tidak ada permasalahan apa pun, Insya Allah ke depan juga aman,” jelasnya.

Ambar menyebutkan bahwa kenaikan harga hanya terjadi pada dua komoditas, yakni cabai dan bawang merah, sementara kebutuhan pokok lainnya masih stabil dan dalam batas aman.

Kenaikan Harga Masih Wajar

Hal senada juga disampaikan Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto. TPID DIY secara rutin berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan perkembangan harga dan stok pangan di wilayah masing-masing.

“Seluruh stok, baik beras, cabai, sembako maupun sayuran di Kulon Progo aman,” tegas Eling.

Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai dan bawang merah menjelang hari besar nasional merupakan fenomena umum. Faktor cuaca tidak menentu, serangan hama, dan dampak bencana di beberapa daerah penyangga turut mempengaruhi pasokan komoditas tersebut.

“Kenaikan ini masih wajar. Kami berharap tetap terkendali sehingga masyarakat tidak terbebani,” tambahnya.

Inflasi Terkendali, TPID Siap Lakukan Operasi Pasar

Eling mengungkapkan bahwa inflasi DIY berada di angka 2,92 persen, masih dalam rentang target nasional. Selain itu, pertumbuhan ekonomi DIY — termasuk Kulon Progo — berada di atas rata-rata nasional, menunjukkan kondisi ekonomi daerah yang positif.

Jika nanti ditemukan kenaikan harga signifikan, TPID bersama pemerintah daerah siap melakukan intervensi, termasuk menggelar operasi pasar.

“Ketika nanti terlihat kenaikan harga yang signifikan, kami bersama pemerintah daerah pasti akan turun,” tegas Eling.

Eling juga menambahkan bahwa harga cabai sangat dipengaruhi kondisi pasar nasional sehingga daerah mengikuti perkembangan harga berskala nasional.[]

Related posts