Gerindra Soroti Program Makan Bergizi Gratis di Kota Jogja yang Dinilai Belum Optimal

  • Whatsapp

BacaJogja – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Yogyakarta menilai sejumlah program strategis pemerintah pusat di Kota Jogja belum berjalan optimal. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pendirian Koperasi Merah Putih (KMP) disebut masih menghadapi kendala, terutama minimnya dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Jogja, Sinarbiyat Nujanat, menyatakan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya di Kota Jogja, program tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya.

Read More

“Di Kota Jogja, MBG belum berjalan dengan baik. Masih banyak sekolah yang justru menerima distribusi MBG dari luar daerah,” ujar Sinarbiyat saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, Jumat (6/2/2026).

MBG Dinilai Punya Dampak Ekonomi Lokal

Meski demikian, Sinarbiyat menegaskan bahwa program MBG disambut positif oleh masyarakat penerima manfaat. Banyak warga merasa senang dan terbantu dengan adanya program tersebut.

“Mayoritas masyarakat yang sudah menerima manfaat merasa gembira dan sangat berterima kasih. Karena itu sudah selayaknya program ini didukung bersama,” katanya.

Menurut Sinarbiyat, MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memiliki multiplier effect bagi perekonomian lokal. Program ini dinilai mampu memberdayakan masyarakat di tingkat kemantren, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga penyerapan tenaga kerja.

Namun hingga kini, sebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap kemantren di Kota Jogja masih terbatas, sehingga belum mampu menjangkau seluruh sasaran penerima.

“Program ini benar-benar untuk rakyat, untuk generasi masa depan, lansia, anak-anak stunting, anak jalanan, hingga ibu hamil. Tidak perlu lagi bicara afiliasi politik,” tegas Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja tersebut.

Pemkot Diminta Lebih Proaktif

Sinarbiyat menyayangkan belum maksimalnya peran Pemkot Jogja dalam mendukung pelaksanaan MBG. Padahal, pemerintah daerah memiliki anggaran dan program berbasis APBD yang dapat disinergikan dengan program nasional tersebut.

“Seharusnya Pemkot merasa terpanggil. MBG bisa menjadi peluang besar untuk memberdayakan masyarakat di setiap wilayah berbasis kemantren,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain meningkatkan gizi masyarakat, MBG juga berpotensi menyerap banyak tenaga kerja lokal dengan upah yang layak.

Dorong Dukungan untuk Koperasi Merah Putih

Selain MBG, Gerindra Kota Jogja juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap program pendirian Koperasi Merah Putih (KMP). Menurut Sinarbiyat, program apapun yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat sudah seharusnya mendapat dukungan lintas politik.

“Siapapun pemimpinnya, selama program itu untuk kepentingan rakyat, wajib kita dukung. Kami di Fraksi Gerindra DPRD Kota Jogja juga mendukung penuh program wali kota meskipun bukan dari Gerindra,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung program strategis lain seperti Sekolah Rakyat dan Bantuan Presiden (Banpres) untuk rehabilitasi sekolah yang dinilai tak kalah penting bagi masyarakat.

HUT Gerindra ke-18 Digelar Sederhana dan Penuh Kepedulian

Peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra di Kota Jogja digelar secara sederhana di Kantor DPC Partai Gerindra Kota Jogja. Acara tersebut dihadiri sekitar 100 kader dari berbagai tingkatan, mulai dari DPC, PAC, hingga ranting.

Sinarbiyat menjelaskan, peringatan HUT tahun ini dilakukan tanpa hiburan atau keramaian, menyusul instruksi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mengingat situasi duka akibat bencana banjir di Sumatera dan Aceh.

“Kami diminta tidak mengadakan acara yang bersifat hura-hura atau hiburan,” katanya.

Sebagai gantinya, Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Jogja menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti pembagian sembako serta pemberian asupan gizi bagi anak-anak stunting dan lansia. []

Related posts