Puncak Saparan Ki Ageng Wonolelo 2025: Kirab Pusaka, Gunungan Apem, Hiburan Rakyat

  • Whatsapp
saparan wonolelo
Kirab gunangan dalam acara Saparan Wonolelo di Sleman. (Ist)

BacaJogja — Tradisi budaya tahunan Saparan Ki Ageng Wonolelo kembali digelar meriah di Dusun Pondok, Wonolelo, Sleman. Tahun ini, perayaan memasuki usia ke-58 dengan puncak acara yang digelar pada Jumat, 1 Agustus 2025 mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, berpusat di kawasan Masjid Ki Ageng Wonolelo.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ribuan warga diperkirakan bakal memadati lokasi untuk mengikuti berbagai rangkaian tradisi sakral dan budaya. Salah satu yang paling ditunggu adalah penyebaran ±2 ton apem, kue tradisional yang menjadi simbol permohonan maaf dan berkah dari para leluhur.

Read More

Rangkaian Puncak Acara

Dalam puncak Saparan kali ini, masyarakat disuguhi berbagai kegiatan adat dan kesenian rakyat:

  • Kirab Pusaka: Prosesi membawa benda pusaka Ki Ageng Wonolelo menuju makam leluhur.
  • Gunungan Apem: Tumpukan apem yang dikirab lalu disebar ke warga, dipercaya membawa keberkahan.
  • Bregodo & Fragmen Seni: Penampilan barisan prajurit dan fragmen yang menggambarkan sejarah penyebaran Islam oleh Ki Ageng Wonolelo.
  • Tari-Tarian Tradisional: Persembahan dari berbagai sanggar seni di wilayah Sleman dan sekitarnya.

Baca Juga: Jelajahi Eksotisme Pantai Siung: Surga Panjat Tebing dan Wisata Alam di Jogja

Hiburan Rakyat Seharian

Warga juga disuguhi hiburan kesenian sepanjang hari di beberapa panggung:

📍 Panggung 2 (P2):

  • Jathilan Turonggo Wongso Manunggal — Pukul 10.00 WIB
  • Jathilan Turonggo Bayu Kusumo — Pukul 19.00 WIB

📍 Panggung 3 (P3):

  • Ketoprak PS Bayu — Pukul 19.00 WIB

Pertunjukan seni ini menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya Jawa sekaligus menarik kunjungan wisatawan budaya ke wilayah Sleman.

Baca Juga: EIGERIAN Yogyakarta Resmi Diluncurkan: Satukan Komunitas Pecinta Alam dan Petualang

Saparan: Warisan Spiritual & Budaya

Saparan Ki Ageng Wonolelo merupakan bentuk penghormatan kepada Ki Ageng Wonolelo atau Syekh Jumadigeno, tokoh penyebar Islam yang masih keturunan Prabu Brawijaya V. Tradisi ini bukan hanya ritual spiritual, tapi juga menjadi ruang silaturahmi warga, ajang pelestarian budaya, serta penggerak ekonomi UMKM lokal.

Pemerintah desa dan masyarakat Pondok Wonolelo konsisten menjaga kekhidmatan dan semarak tradisi ini dari generasi ke generasi.

Untuk mengikuti rangkaian acara atau melihat liputan langsung, masyarakat dapat mengikuti akun resmi media sosial: Instagram & TikTok: @pondokwonolelo.

Puncak Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-58 adalah momen budaya yang tidak hanya memikat, tapi juga sarat makna spiritual. Ribuan apem siap dibagikan — jangan lupa bawa semangat, bukan rebutan! []

Related posts