BacaJogja – Sebuah video yang menampilkan pembacaan dokumen pengunduran diri atas nama Bupati Pati, Haji Sudewo ST.MT, viral di media sosial pada Rabu (13/8/2025). Momen itu terjadi di tengah aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Bupati Pati. Namun, fakta sebenarnya berbeda dari yang terlihat di video.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria berbusana kemeja putih lengan panjang, sarung ungu, dan peci hitam, membacakan surat pernyataan yang seolah ditulis oleh Sudewo. Ia menyebutkan identitas lengkap dan jabatan bupati periode 2024–2029, lalu membacakan pernyataan mundur karena merasa gagal memimpin dan tidak menjunjung supremasi hukum.
Dokumen Dibuat Pendemo, Bukan Surat Resmi Bupati
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa dokumen itu bukan surat resmi dari Bupati Sudewo, melainkan disusun oleh massa aksi. Mereka menuntut Sudewo menandatangani pernyataan tersebut sebagai bentuk keseriusan mundur dari jabatan. Hingga berita ini diturunkan, rapat paripurna DPRD Pati masih berlangsung dan belum ada pengumuman resmi dari pemerintah daerah terkait posisi bupati.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung ricuh. Massa mendorong pagar kantor bupati, melempari aparat dengan botol air, hingga membakar satu unit mobil provos milik Polres Grobogan.
Bupati Dilempari Sandal Saat Minta Maaf
Dalam upaya meredakan ketegangan, Sudewo keluar menemui massa menggunakan mobil rantis polisi. Ia sempat menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan memperbaiki kinerjanya. Namun, situasi justru memanas ketika ia dilempari sandal dan botol air hingga terpaksa kembali masuk ke kendaraan.
Akar Masalah: Kenaikan PBB 250 Persen
Gelombang protes ini dipicu kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen yang sempat diberlakukan Sudewo. Meski kebijakan itu sudah dicabut, demonstran tetap menuntutnya mundur.
“Bupati harus lengser!” teriak massa dari atas panggung.
“Kita di sini mengikuti tantangan Bupati Sudewo, tapi dia tidak mau menampakkan diri. Bupati pengecut!” tambah salah satu orator.
Sebagai catatan, Haji Sudewo baru dilantik sebagai Bupati Pati pada 18 Juli 2025. Belum genap sebulan memimpin, ia sudah dihadapkan pada gelombang tuntutan mundur dari warganya sendiri. []






