BacaJogja – Pagi buta di Ring Road Brawijaya, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, mendadak berubah mencekam. Minggu (31/8/2025) sekitar pukul 04.30 WIB, suara benturan keras memecah kesunyian dini hari. Sebuah kecelakaan maut terjadi tepat di depan warung Sate Petir, melibatkan motor trail Kawasaki KLX dan seorang pejalan kaki berusia lanjut.
Motor Kawasaki KLX bernomor polisi AB-5250-JT dikendarai JD (22), seorang mahasiswi asal Panggang, Gunungkidul. Dari arah timur ke barat, JD melaju di jalur lambat. Di saat bersamaan, P (70), seorang buruh perempuan warga Menayu Kulon, menyeberang jalan setelah berbelanja sayur di utara jalan. Jarak yang terlalu dekat membuat benturan tak terhindarkan.
Tubuh muda JD terhempas ke aspal dengan luka parah di kepala. Ia meninggal di lokasi. Sang pejalan kaki lansia sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping, namun beberapa jam kemudian juga meninggal dunia akibat luka serius.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan di Jalan Kaliurang Sleman, Pemotor Meninggal di Lokasi
Jalan Gelap yang Dikenal Angker
Kejadian ini langsung viral di media sosial. Banyak warganet menyebut lokasi tersebut bukan hanya rawan kecelakaan, tetapi juga angker. Sejumlah kesaksian warga pun menguatkan anggapan itu.
Supri, warga sekitar, menyampaikan bahwa korban lansia sebenarnya masih sempat dirawat, namun kemudian meninggal. “Yang lansia juga meninggal beberapa jam setelah kejadian. Korbannya warga Menayu Kulon, nyebrang habis belanja sayuran,” ujarnya.
Al Kira Le, warga yang pernah mengalami kecelakaan di lokasi itu pada 2017, mengaku masih merasakan trauma.
“Saya saksi sekaligus korban hidup, lur. Tahun 2017 dulu saya pernah jatuh di situ sampai lumpuh semua badan. Kata orang yang nolong, saya termasuk beruntung,” ceritanya sambil mengirim foto lokasi yang dianggap angker.
Baca Juga: Truk Boks Kecelakaan Tabrak Pohon di Kulon Progo, Evakuasi Dramatis Korban Terjepit
Adelita, pengguna jalan lain, juga mengaku merinding ketika melintas. “Jalan itu sering kita lewati. Pernah sekali sekitar jam tujuh malam saya lewat, bulu kuduk merinding. Rasanya kayak ada makhluk lain. Saya langsung berdoa, baru setelah itu hilang rasa takutnya,” tuturnya.
Cerita Mistis yang Mengiringi
Selain soal jalan gelap dan minim penerangan, lokasi ini juga lekat dengan cerita mistis. Rubi, seorang pehobi trabas, menyebut pernah mendengar cerita tentang tumbal di jalur itu. “Tiga bulan lalu, buto ijo pasangan di belokan Ring Road Selatan UMY sudah dimusnahkan sama teman-teman trabas. Sering ada orang nyebar ritual tumbal. Banyak yang bilang dari Jawa Timur,” katanya.
Baca Juga: Mahasiswa Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, Meninggal Diduga Usai Demo di Polda DIY
Hal senada juga diungkapkan Prass. “Ring Road itu ada bekas makamnya, mas,” ungkapnya singkat.
Diana, warga lain, percaya bahwa gangguan makhluk halus memang nyata. “Jin jahat itu ada dan sering mengganggu di perjalanan. Karena itu kalau di jalan, saya selalu berdoa,” ucapnya.
Rafid pun menambahkan pengalaman ibunya yang hampir celaka di jalur tersebut. “Ibu saya pernah nyebrang, padahal sepi. Sudah diteriaki, tapi nggak dengar, akhirnya ketabrak mobil. Alhamdulillah masih selamat,” ujarnya.
Sementara Ardi, mantan pemilik usaha pijat di seberang warung Sate Petir, mengatakan lokasi itu memang rawan.
“Saya dulu buka panti pijat di seberangnya Sate Petir. Sampai sedia betadine, karena hampir tiap hari ada kecelakaan. Tempatnya gelap, singup,” kenangnya.
Baca Juga: Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan dari DPR, Surya Paloh: Cederai Perasaan Rakyat
Antara Takdir, Jalan Gelap, dan Keyakinan Warga
Bagi sebagian warga, kecelakaan beruntun di Ring Road Selatan Bantul bisa dijelaskan karena minimnya penerangan jalan, jalur lurus dengan kecepatan tinggi, serta kurangnya fasilitas penyeberangan. Namun bagi sebagian lain, kejadian demi kejadian menyisakan cerita mistis yang sulit dijelaskan logika.
Di balik fakta tragis kehilangan nyawa, masyarakat tetap berharap pemerintah segera memperhatikan penerangan dan keamanan di kawasan itu. Bagi warga yang percaya pada dimensi lain, doa dan kehati-hatian dianggap sebagai kunci agar selamat saat melintas di jalan yang masih menyimpan cerita mistis ini. []






