BacaJogja – Senin pagi, 15 September 2025, jalan raya Karangmojo–Ngawen yang biasanya ramai dengan lalu lalang warga, mendadak berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi. Di Tempuran, Kampung, Ngawen, suara benturan keras terdengar, disusul teriakan orang-orang yang berlari mendekat.
Seorang pria bernama Giyarna (30), warga Dusun Dungsuru, Pilangrejo, Nglipar, terbaring tak berdaya di atas aspal. Ia yang sehari-hari dikenal sebagai petani sederhana, pagi itu mengendarai sepeda motor Yamaha Vega biru bernopol AB 6302 DI. Nasib berkata lain, langkahnya terhenti secara tragis.
Detik-detik Kecelakaan
Menurut keterangan saksi mata, sekitar pukul 07.45 WIB, sebuah truk melaju dari arah utara. Di saat bersamaan, dari arah selatan melintas Daihatsu Terios warna silver. Tak diduga, sepeda motor Giyarna menabrak bagian belakang mobil Terios tersebut hingga terpental ke jalur lawan arah.
Baca Juga: Live TikTok Jualan Mobil di Bantul, Pria Ditemukan Meninggal di Dalam Kendaraan
Sayangnya, pengendara Terios memilih melarikan diri tanpa berhenti memberi pertolongan. Jarak yang terlalu dekat membuat truk bernopol AD 8580 CB, yang dikemudikan Dwi Ari Wicaksono, tak mampu menghindar. Benturan keras terjadi, roda truk melindas tubuh Giyarna. Ia meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.
Sepeda motor yang dikendarainya ringsek, stang patah, sementara bagian depan truk penyok. Suasana mencekam, warga sekitar hanya bisa terpaku menyaksikan tubuh Giyarna yang tak lagi bergerak.
Kesaksian Warga
“Suara tabrakannya keras sekali, kami semua langsung keluar rumah,” tutur Suratman, salah seorang saksi. Beberapa warga lain ikut mengisahkan kepanikan pagi itu. Namun yang paling menyesakkan adalah kenyataan bahwa pengendara mobil Terios tidak bertanggung jawab dan melarikan diri.
Namun, versi kepolisian menyebut bahwa kecelakaan tragis itu tidak melibatkan mobil Terios. Polisi menyatakan, kecelakaan murni terjadi karena Giyarna kehilangan kendali saat mendahului kendaraan hingga oleng. Laju motor ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Klaten, Perangkat Desa Pokak Ceper Meninggal
Perpisahan yang Menggetarkan
Jenazah Giyarna segera dibawa ke RSUD Wonosari, sebelum akhirnya disemayamkan di rumah duka di Kepil RT 04/RW 15, Kampung, Ngawen, Gunungkidul. Siang harinya, prosesi pemakaman digelar di Astoloyo Penthuk Badran, Gantiwarno.
Isak tangis keluarga mengiringi kepergian Giyarna. Ia meninggalkan seorang istri, Nofiana Sari, dan tiga anak: Dian Tirta P, Abimanyu D, serta Yahya Alfariski, yang masih kecil. Sang ayah, Satiyo, dan ibu, Giyem, pun tak kuasa menahan duka.
Baca Juga: Kecelakaan Diduga Balap Liar di Ring Road Jogja: Tiga Pemotor Luka-Luka
Kepergian Giyarna bukan hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan tanda tanya besar: sampai kapan jalanan menjadi ruang penuh bahaya, di mana nyawa bisa melayang hanya dalam hitungan detik?
Kini, yang tersisa hanyalah doa-doa dari keluarga dan warga Padukuhan Kepil. Semoga Giyarna mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan tragedi ini menjadi pengingat betapa berharganya keselamatan di jalan. []






