Viral Bupati Endah Protes Lokasi TPR Wisata di Jalan Umum, Piknik ke Gunungkidul Bayar Dulu di Bantul

  • Whatsapp
bupati endah
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memprotes TPR Bantul yang berada di jalur umum. (Ist)

BacaJogja – Pernyataan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, terkait Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) wisata di Bantul viral di media sosial. Ia menyoroti lokasi TPR yang dinilai kurang tepat karena berada di jalur umum penghubung Bantul–Gunungkidul.

Kondisi ini disebut berdampak langsung pada wisatawan yang hendak berkunjung ke sejumlah destinasi pantai di Gunungkidul, terutama dari arah barat yang memang banyak melintasi wilayah Bantul.

Read More

Menurut Endah, banyak wisatawan yang mengeluhkan sudah dikenakan retribusi saat melintas di Bantul, padahal tujuan utama mereka adalah wisata ke Gunungkidul.

Ia menegaskan bahwa TPR tersebut berada di jalur selatan yang merupakan jalan umum, bukan akses langsung ke objek wisata Bantul.

“Saya sering menerima curhat wisatawan. Mereka bilang, mau piknik ke Gunungkidul, kok sudah dipungut di Bantul,” ujarnya.

Soroti Lokasi TPR, Minta Didekatkan ke Objek Wisata

Endah juga menyampaikan bahwa penempatan TPR seharusnya berada di dekat objek wisata, bukan di jalur lintas yang digunakan banyak pengendara untuk berbagai tujuan.

“TPR Bantul seharusnya dipasang atau didekatkan di objek wisatanya,” tegasnya.

Ia bahkan menyinggung pengalaman wisatawan yang merasa kebingungan karena tiket yang diterima tidak sesuai dengan tujuan wisata mereka.

“Mau ke Pantai Drini atau Indrayanti, tapi malah dikasih tiket Parangtritis,” katanya.

Situasi ini dinilai berpotensi membingungkan wisatawan, khususnya mereka yang hendak menuju destinasi populer di Gunungkidul seperti Pantai Drini dan Pantai Indrayanti.

Sementara itu, tiket retribusi yang diberikan justru mengarah ke objek wisata di Bantul seperti Pantai Parangtritis.

Endah juga menyoroti potensi dampak kebijakan tersebut terhadap pola perjalanan wisatawan. Menurutnya, jika kondisi ini terus berlangsung, wisatawan bisa saja “dipaksa” memilih jalur lain.

“Mosok wisatawan yang mau ke Gunungkidul harus lewat Piyungan semua (Jalan Jogja–Wonosari),” ujarnya.

Polemik ini menambah daftar isu dalam pengelolaan wisata lintas wilayah di DIY. Di satu sisi, retribusi menjadi bagian penting dari pendapatan daerah. Namun di sisi lain, kenyamanan dan kejelasan bagi wisatawan juga menjadi faktor yang tak kalah penting.

Ke depan, publik menanti solusi terbaik agar kebijakan yang diambil tidak justru membingungkan wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai selatan Yogyakarta. []

Related posts