BacaJogja — Wajah transportasi tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini tengah bersiap memasuki era baru yang lebih modern dan profesional. Tak sekadar ramah lingkungan, para pengemudi becak listrik Jogja ke depan bakal diproyeksikan menjadi duta wisata yang mampu berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara.
Langkah inovatif ini diawali oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DIY yang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi puluhan pengemudi becak listrik pada Rabu (18/06) kemarin. Pembekalan ini menjadi sangat krusial mengingat populasi kendaraan ramah lingkungan ini terus tumbuh pesat di kawasan sumbu filosofi.
Antisipasi Lonjakan, Populasi Becak Listrik Jogja Tembus 340 Unit
Pertumbuhan kendaraan listrik berbasis kayuh di Yogyakarta menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga pertengahan tahun ini, tercatat sudah ada sekitar 340 unit becak listrik yang beroperasi di DIY.
Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, mengungkapkan bahwa bimtek ini digelar karena adanya perbedaan mendasar antara karakteristik kendaraan listrik dengan kendaraan konvensional.
“Pengemudi perlu memahami prosedur teknis secara mendalam, termasuk proses pengisian baterai (charging). Hal ini penting agar usia pakai komponen kendaraan bisa lebih panjang dan faktor keselamatan di jalan raya tetap terjaga,” ujar Wulan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang meliputi:
-
Pemahaman sistem kelistrikan kendaraan.
-
Prosedur perawatan komponen utama.
-
Tata cara pengisian daya baterai yang aman untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat human error.
Siap Cas-Cis-Cus Bahasa Inggris dan Paham Sumbu Filosofi
Menariknya, Dishub DIY tidak hanya berfokus pada aspek mekanis dan keselamatan berkendara. Langkah besar sedang dipersiapkan untuk mendongkrak kualitas pelayanan (hospitality) para pengemudi di sektor wisata Jogja.
Ke depan, para pengemudi becak listrik akan didorong untuk mengikuti pelatihan bahasa Inggris dasar. Tidak berhenti di situ, mereka juga bakal dibekali dengan pengetahuan mendalam seputar sejarah, kebudayaan lokal, serta nilai-nilai luhur Sumbu Filosofi Yogyakarta.
Dengan kombinasi kemampuan ini, wisatawan yang datang ke Jogja tidak hanya sekadar duduk manis menikmati perjalanan, melainkan bisa mendapatkan edukasi budaya langsung dari sang pengemudi sepanjang jalan.
Menjadi Duta Wisata Berkelanjutan di Yogyakarta
Melalui program integrasi antara teknologi ramah lingkungan dan peningkatan kapasitas SDM ini, Pemerintah Provinsi DIY berharap ada dampak jangka panjang bagi citra pariwisata daerah.
Harapan besarnya, pengemudi becak listrik tidak lagi dipandang sebelah mata hanya sebagai operator transportasi massal. Mereka adalah garda terdepan pariwisata—seorang “Duta Wisata” yang mampu menghadirkan pengalaman liburan yang jauh lebih berkesan, edukatif, dan tak terlupakan bagi siapa saja yang menikmati keindahan Ngayogyakarta dari atas sesapan angin becak listrik. []






