Jaga Kondusivitas Wilayah, 400 Pengurus Jaga Warga Sariharjo Sleman Resmi Dikukuhkan

  • Whatsapp
pengukuhan jaga warga
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengukuhkan Pengurus Jaga Warga Padukuhan Sariharjo, Ngaglik. (Ist)

BacaJogja – Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, menorehkan babak baru dalam penguatan ketahanan sosial masyarakat. Bertempat di Gedung Serba Guna Padukuhan Sedan, Pemerintah Kalurahan Sariharjo secara resmi mengukuhkan Pengurus Omah Jaga Warga tingkat Kalurahan dan Pengurus Jaga Warga tingkat Padukuhan pada Kamis, 18 Juni 2026.

Acara strategis yang menandai kebangkitan keamanan berbasis komunitas ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Lurah Sariharjo Sarbini, Jagabaya Aris Mawardi, serta tokoh masyarakat setempat.

Read More

Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan langkah transformatif dalam mengubah paradigma keamanan lingkungan. Melalui program Jaga Warga Sariharjo Sleman, wilayah ini menghadirkan pendekatan partisipatif yang berbasis pada kepedulian sosial, musyawarah, dan semangat gotong royong.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 41 Tahun 2023 tentang Kelompok Jaga Warga dan Omah Jaga Warga, yang diperkuat oleh Surat Keputusan Lurah Sariharjo Nomor 08 Tahun 2026. Regulasi ini memberikan payung hukum bagi masyarakat untuk berperan aktif menjaga stabilitas sosial di lingkungannya masing-masing.

Sebanyak 400 pengurus yang berasal dari 16 padukuhan—mulai dari Padukuhan Rejodani, Ngetiran, Wonorejo, hingga Nandan—secara resmi menerima amanah ini. Kehadiran total 447 undangan, termasuk unsur Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), Linmas Inti, dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), menjadi bukti solidnya dukungan lintas sektor di Sariharjo.

Solusi Efektif di Tengah Keterbatasan Anggaran

Di sela-sela acara, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa keberadaan Omah Jaga Warga menjadi kunci penting efektivitas pembangunan daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat sampai ke wilayah kelurahan ini betul-betul harus terwujud. Karena dengan hal seperti ini, pembangunan bisa jauh lebih efektif. Dengan keuangan yang terbatas pun tidak ada masalah kalau kolaborasi ini berjalan,” ujar Harda Kiswaya saat sesi doorstop dengan media.

Harda juga meluruskan status kelembagaan Jaga Warga yang sering disalahpahami sebagai relawan biasa. Ia menegaskan bahwa Jaga Warga memiliki legalitas struktur yang jelas di bawah pembinaan langsung pemerintah kalurahan.

“Kalau dikatakan relawan, ya bukan, karena ini dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur yang memerintahkan desa/kalurahan untuk membentuk Jaga Warga. Mereka dibekali pengetahuan untuk mengatasi masalah sosial kemasyarakatan agar kerukunan hidup dan saling menghormati betul-betul terwujud,” tambahnya.

Bupati Sleman juga menyoroti aspek regenerasi dalam gerakan ini. Kehadiran Jaga Warga diharapkan menjadi contoh konkret bagi generasi muda di Sariharjo tentang pentingnya merawat warisan leluhur berupa jiwa gotong royong dan kedamaian.

Selesaikan Masalah di Tingkat Akar Rumput agar Tidak “Naik” ke Kabupaten

Lurah Sariharjo, Sarbini, dalam sambutannya menyampaikan rasa optimisme yang tinggi terhadap pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menyebut Jaga Warga sebagai ujung tombak ketenteraman di level paling bawah.

“Peran ini sangat strategis dalam menjaga keamanan lingkungan, memelihara kerukunan, serta mencegah potensi konflik sejak dini. Jaga Warga juga menjadi penguat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Sleman,” tutur Sarbini.

Sarbini berharap, dengan adanya forum mediasi di tingkat Jaga Warga, setiap riak persoalan sosial dapat diredam dengan cepat tanpa harus diekskalasi ke tingkat yang lebih tinggi.

“Harapannya, tercipta kondisi untuk menyikapi persoalan agar tidak perlu naik ke kapanewon atau kabupaten. Cukup di Jaga Warga dimediasi, insyaallah bisa diselesaikan oleh teman-teman pengurus,” jelas Sarbini menambahkan terkait alokasi anggaran kalurahan untuk memacu semangat pengurus.

Integrasi Teknologi Digital dan Peningkatan Kapasitas

Salah satu keunggulan utama dari program Jaga Warga Sariharjo Sleman era baru ini terletak pada integrasi teknologi digital. Seluruh aktivitas koordinasi dan pelaporan nantinya akan difasilitasi melalui portal resmi Kalurahan Sariharjo. Langkah ini diambil agar alur informasi mengenai dinamika kamtibmas menjadi lebih cepat, transparan, dan akurat.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Pemerintah Kalurahan Sariharjo berkomitmen penuh untuk terus memberikan pembekalan dan meningkatkan kapasitas skill serta pengetahuan para pengurus.

Sinergi yang kokoh antara kepengurusan Jaga Warga, Pemerintah Kalurahan, TNI, dan Polri ini diharapkan mampu menjadi role model penegakan keamanan berbasis kearifan lokal yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. []

Related posts