BacaJogja – Pengalaman kurang menyenangkan yang dialami seorang wisatawan di kawasan pantai selatan Bantul viral di media sosial. Wisatawan berinisial SND membagikan curhatnya terkait tiket masuk hingga harga makanan di salah satu warung yang dinilai tidak wajar.
Dalam unggahannya, SND mengaku kejadian tersebut terjadi sebelum bulan puasa saat dirinya berkunjung bersama keluarga. Ia menyebut dikenai tarif tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang untuk tiga orang. Namun, karena tidak ada uang kembalian, ia akhirnya membayar Rp50.000.
Tak hanya soal tiket, pengalaman kurang mengenakkan juga dirasakan saat makan di salah satu warung di kawasan pantai. SND menilai ada unsur pemaksaan saat membeli makanan.
“Yang makan nasi hanya dua orang, sedangkan bapak saya hanya pesan mi instan rebus tanpa tambahan,” tulisnya dalam unggahan yang beredar.
Harga Makanan Dinilai Tidak Masuk Akal
SND mengaku terkejut saat mengetahui total pembayaran makanan yang dianggap tidak sesuai dengan porsi. Ia menyoroti harga cumi dalam porsi kecil yang disebut mencapai Rp50.000, meski menurutnya tidak sampai seperempat kilogram.
Selain itu, ia juga mengeluhkan porsi makanan yang dinilai sangat sedikit. Lalapan yang disajikan disebut hanya beberapa lembar daun kemangi, potongan timun kecil, serta sambal dalam jumlah terbatas.
Lebih lanjut, saat melakukan pembayaran, istri SND telah memberikan uang sebesar Rp100.000. Namun, mereka masih diminta menambah Rp50.000 lagi.
Pengalaman tersebut membuat SND mengaku kapok dan enggan kembali ke kawasan pantai selatan Bantul.
Picu Diskusi Soal Citra Wisata
Unggahan ini pun ramai diperbincangkan warganet. Banyak yang menilai kejadian tersebut berpotensi merusak citra pariwisata, khususnya di wilayah pantai selatan Bantul yang selama ini menjadi destinasi favorit wisatawan.
Sejumlah komentar menyebut praktik harga tidak transparan dan dugaan “nuthuk” atau menaikkan harga secara tidak wajar masih kerap dikeluhkan pengunjung.
Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari pihak pengelola kawasan wisata maupun pedagang terkait kebenaran kejadian tersebut.
Pentingnya Transparansi Harga di Destinasi Wisata
Kasus seperti ini kembali menjadi pengingat pentingnya transparansi harga dan pelayanan yang baik di kawasan wisata. Kepercayaan pengunjung menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata.
Wisatawan diimbau untuk selalu menanyakan harga terlebih dahulu sebelum memesan makanan atau layanan. Sementara itu, pengelola dan pelaku usaha diharapkan dapat menjaga kejujuran serta kenyamanan pengunjung.






