BacaJogja – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan vokasi tanah air. SMK-SMTI Yogyakarta sukses membuktikan diri sebagai sekolah pencetak SDM unggul dengan mencatatkan angka serapan kelulusan mencapai lebih dari 85 persen tepat di hari pelepasan purnasiswa mereka. Bahkan, saat acara Pelepasan Purnasiswa Tahun 2026 digelar di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, Kamis (9/7/2026), angka tersebut melesat nyaris 90 persen dari total 344 wisudawan hanya dalam waktu dua bulan setelah lulus.
Apresiasi tinggi disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Industri, Wulan Aprilianti Permatasari, S.Kom., M.Si. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa stigma negatif yang memandang sebelah mata lulusan sekolah kejuruan sudah tidak relevan lagi. Lulusan SMK terbukti mampu langsung terjun dan terserap aktif di sektor industri manufaktur.
“Kami sangat mengapresiasi SMK-SMTI Jogja karena bisa menyerap lebih dari 85 persen lulusannya. Mereka langsung terserap kerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, maupun berwirausaha. Bahkan, serapan ini terjadi sebelum mereka resmi diwisuda,” ujar Wulan di sela-sela acara pelepasan siswa.
Tertinggi di Jogja, Ungguli 22 Satker Kemenperin
Dari total 22 Satuan Kerja (Satker) dan 9 SMK di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, SMK-SMTI Yogyakarta saat ini menempati posisi teratas dalam hal kecepatan serapan kerja lulusan.
Jika mayoritas sekolah lain secara nasional rata-rata baru mencatatkan angka serapan sekitar 50 persen pasca-kelulusan, SMK-SMTI Yogyakarta melesat jauh di depan. BPSDMI Pusat sendiri menargetkan dalam waktu 6 bulan ke depan, seluruh lulusan (100%) sudah terserap sepenuhnya di berbagai sektor ekonomi.
Kepala SMK-SMTI Yogyakarta, Sarman, mengungkapkan bahwa capaian tahun ini merupakan salah satu yang terbesar dari segi kuantitas kelulusan. “Semua lulusan kami adalah yang terbaik. Namun untuk tahun ini, dari segi kuantitas adalah jumlah yang paling besar,” kata Sarman.
Rahasia Sukses: Kurikulum ‘Tailor-Made’ dan Sertifikasi Internasional
Tingginya angka keterserapan kerja ini tidak lepas dari strategi jitu yang diterapkan oleh Kemenperin melalui konsep kurikulum yang dipesan khusus sesuai kebutuhan pasar digital dan manufaktur saat ini (tailor-made).
Berikut adalah 3 pilar utama yang menjadi kunci sukses SMK-SMTI Yogyakarta:
1. Penerapan Dual System yang Riil
Sistem pembelajaran berbasis 50% teori di sekolah dan 50% praktik langsung di industri. Saat siswa naik ke kelas 3 dan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), pihak sekolah melakukan evaluasi per 6 bulan bersama industri. Jika kinerja siswa dinilai bagus, industri bisa langsung merekrutnya sebelum lulus.
2. Program Link and Match & Kelas Industri Khusus
Setiap sekolah diwajibkan memiliki kemitraan erat dengan korporasi besar untuk menjamin jalur penyerapan kerja. SMTI Yogyakarta sukses membuka kelas industri khusus berkat kerja sama dengan perusahaan besar seperti Krakatau Posco, PT Tanjung Enim Lestari Pulp & Paper, Krakatau Tirta Operasi dan Pemeliharaan, hingga yang terbaru bersama PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
3. Bekal Sertifikasi Internasional & Soft Skill
Selain ijazah, lulusan dibekali sertifikat internasional yang diakui global, seperti Vapro untuk jurusan Kimia Industri dan Kimia Analisis, serta Siemens untuk teknik Mekatronika. Prestasi akademik siswa juga luar biasa, salah satunya ditunjukkan dengan capaian nilai TOEIC yang mencapai skor 900 poin.

Rebutan Industri, Animo Pendaftar Membludak 1:12
Kualitas jempolan ini membuat SMK-SMTI Yogyakarta menjadi incaran para calon siswa. Pada tahun ajaran ini, tercatat ada lebih dari 4.000 pendaftar yang memperebutkan kuota yang sangat terbatas, yaitu hanya sekitar 324 kursi saja.
“Rasio animo pendaftar di sini sudah mencapai 1 berbanding 12,5. Ini jauh melampaui target minimal rasio nasional kami di angka 1 banding 10. Masuk ke SMTI Jogja itu ujiannya susah, tapi hasilnya mereka menjadi ‘barang inden’ yang dicari-cari oleh industri bahkan sebelum lulus,” tambah Wulan.
Menanggapi tingginya minat masyarakat, BPSDMI Kemenperin kini tengah mengkaji wacana jangka panjang untuk memperluas area sekolah atau menambah fasilitas gedung baru di lokasi lain demi meningkatkan kuota tampung siswa di masa mendatang.
Kisah Sukses Alumni: “Belum Lulus Sudah Diinden Perusahaan”
Memilih jalur pendidikan yang tepat menjadi kunci utama dalam membangun karier. Hal ini dibuktikan oleh Isnatun Khasanah, alumni berprestasi sekaligus lulusan terbaik Ujian Sertifikasi dari SMK-SMTI Yogyakarta yang kini sukses bekerja sebagai Quality Control (QC) Analis Kimia di PT Reckitt Indonesia.
Isnatun menceritakan bahwa langkah awalnya masuk ke dunia profesional dijembatani langsung oleh pihak sekolah melalui sistem rekrutmen khusus.
“Saya bisa bekerja di sini melalui rekrutmen sekolah. SMK-SMTI Yogyakarta itu sudah bermitra erat dengan berbagai industri. Jadi, ketika ada industri yang membutuhkan tenaga kerja, mereka langsung menghubungi sekolah,” ungkap Isnatun.
Ia juga menambahkan bahwa fasilitas laboratorium di sekolah yang sudah berstandar industri serta adanya kewajiban sertifikasi kompetensi sangat membantu meningkatkan value lulusan di mata perusahaan. Meskipun tantangan di industri skala besar menuntut adaptasi alat yang lebih canggih, pondasi karakter dan soft skill yang ditanamkan sejak sekolah membuatnya mampu beradaptasi dengan cepat.
Menperin: 100 Persen Lulusan Vokasi Kemenperin Pasti Terserap
Keberhasilan ini sejalan dengan komitmen Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Beliau menegaskan bahwa 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi di bawah Kemenperin dipastikan akan diterima bekerja di sektor industri dalam waktu satu tahun.
“Kualitas pendidikan vokasi kita sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya. Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri yang bertumbuh pesat,” tandas Agus Gumiwang.
Menutup momen pelepasan siswa, Kepala Sekolah Sarman menitipkan pesan mendalam bagi para alumni baru agar selalu menjaga integritas di dunia kerja.
“Pesan kami kepada anak-anak, junjunglah tinggi profesionalitas. Ketika kalian menjalani kontrak dan tanda tangan kontrak, jalani dan kerjakan itu dengan sungguh-sungguh. Angkat nama baik sekolah demi adik-adik kelas Anda,” pungkas Sarman. []






