Sri Sultan Tegaskan ASN Penggerak Peradaban dan Paseduluran

  • Whatsapp
hasto sultan
Sri Sultan HB X menegaskan ASN sebagai penggerak peradaban dalam Safari Syawalan Pemda DIY di Balaikota Yogyakarta. (Pemda DIY)

BacaJogja – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) bukan sekadar pegawai, tetapi memiliki peran strategis sebagai penggerak peradaban dan penjaga nilai-nilai persaudaraan (paseduluran).

Hal tersebut disampaikan dalam agenda Safari Syawalan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY ke Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yang digelar di Balaikota Yogyakarta, Selasa (31/3). Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh makna sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus refleksi pengabdian.

Read More

Sri Sultan hadir didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dan Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, bersama jajaran Forkopimda DIY. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo beserta jajaran Pemkot, DPRD Kota, tokoh masyarakat, dan warga.

Syawalan sebagai Ruang Refleksi dan Penguatan Nilai

Dalam sambutannya, Sri Sultan menekankan bahwa Syawalan bukan sekadar tradisi tahunan setelah Idulfitri, tetapi menjadi ruang refleksi untuk memperkuat tanggung jawab dan kebersamaan.

“Pegawai negeri bukan sekadar pegawai kantoran, tetapi juga membangun peradaban. Di dalamnya ada keutamaan perilaku dan tanggung jawab untuk mendidik masyarakat,” tegas Sri Sultan.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan “paseduluran” yang kokoh di lingkungan aparatur. Menurutnya, nilai ini menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas pelayanan publik yang berintegritas.

Filosofi Jawa Jadi Landasan Pengabdian ASN

Sri Sultan mengaitkan nilai pengabdian ASN dengan ajaran luhur dalam Serat Piwulang Sri Sultan Hamengku Buwono I. Dalam ajaran tersebut, pengabdian dipandang sebagai ikatan persaudaraan yang dilandasi kasih, tanggung jawab, dan keluhuran budi.

Kepercayaan yang melekat pada jabatan, lanjutnya, merupakan amanah yang harus dijaga dengan kesetiaan dan integritas.

Melalui semangat Idulfitri 1447 Hijriah, Sri Sultan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial dalam bingkai filosofi “Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku”.

Ia pun menutup sambutannya dengan doa dan harapan, “Tansah kalis ing rubeda, nir ing sambikala,” serta ucapan Selamat Idulfitri kepada seluruh masyarakat.

Pemkot Yogyakarta Fokus SDM dan Penanganan Sampah

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan komitmen Pemkot dalam membangun kota yang sejahtera, makmur, dan berkeadilan.

Menurutnya, berbagai program terus digencarkan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penanganan persoalan lingkungan, khususnya sampah.

Hasto mengakui bahwa persoalan sampah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berkaitan erat dengan perilaku masyarakat. Karena itu, pendekatan rekonstruksi sosial menjadi langkah penting yang dilakukan secara sistematis.

Pemkot Yogyakarta juga mendorong program padat karya serta menguatkan gerakan gotong royong seperti Semangat Segoro Amarto.

Selain itu, sinergi lintas sektor terus diperkuat untuk menjaga keamanan serta mendukung penataan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai bagian dari upaya menuju standar UNESCO.

Momentum Syawalan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.

Arahan Sri Sultan menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pembentukan peradaban yang berlandaskan nilai, etika, dan kebersamaan. []

Related posts