Angkringan Jogja Panen Berkah di Silaturahmi Idulfitri Bersama Sri Sultan dan Paku Alam

  • Whatsapp
lebaran pemda diy
uluhan angkringan dan UMKM meramaikan Silaturahmi Idulfitri Pemda DIY di Kepatihan. Ribuan pengunjung hadir, pelaku usaha kecil merasakan langsung dampak ekonomi. (Pemda DIY)

BacaJogja – Upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan UMKM tampak nyata dalam gelaran Silaturahmi Idulfitri Pemerintah Daerah (Pemda) DIY di Kompleks Kepatihan, Senin (30/03/2026). Hadir dalam acara Sri Sultan HB X bersama GKR Hemas dan KGPAA Paku Alam X bersama istri.

Puluhan gerobak angkringan dan pelaku usaha kecil hadir menyemarakkan acara, menyajikan beragam kuliner khas rakyat. Mulai dari soto, gorengan, dawet, hingga aneka jajanan tradisional, seluruhnya langsung diserbu masyarakat yang datang dalam jumlah besar.

Read More

UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

PIC UMKM, Tya, menyampaikan bahwa pelibatan pelaku usaha kecil dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang promosi sekaligus transaksi bagi UMKM lokal.

“Penyiapan sudah dilakukan sejak kemarin. Jumlahnya tidak sedikit, karena tiap tenant menyediakan ratusan sampai ribuan porsi, mulai dari gorengan, soto, hingga minuman seperti dawet,” jelasnya.

Tingginya jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung.

“Harapannya masyarakat jadi tahu bahwa banyak UMKM di Yogyakarta yang berkualitas,” imbuh Tya.

Kolaborasi UMKM, Kunci Penuhi Permintaan Ribuan Porsi

Dampak ekonomi dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Salah satunya Parjono, pedagang angkringan asal Gunungkidul.

Ia mengaku harus menggandeng pelaku UMKM lain di lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan dalam satu gerobak yang bisa mencapai lebih dari seribu porsi.

“Kalau bikin sendiri tidak mampu. Jadi saya menggandeng UMKM di sekitar. Ini sangat membantu dan memberi dampak positif bagi usaha kecil,” ujarnya.

Menu yang disajikan pun beragam, mulai dari bakwan, tempe, risol, tahu, hingga aneka sate seperti usus, telur puyuh, dan bakso bakar. Sajian tersebut dilengkapi nasi uduk dan sambal khas angkringan yang menjadi daya tarik tersendiri.

Parjono yang sehari-hari berjualan di kawasan Giwangan mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan di Kepatihan.

“Alhamdulillah ini pertama kali ikut. Kemarin kami didatangi panitia dan diajak bergabung,” tuturnya.

Momentum Kebangkitan Usaha Setelah Sepi Ramadan

Hal serupa disampaikan Gun, pedagang lekker dari kawasan Taman Siswa. Ia menyebut keikutsertaannya dalam kegiatan ini menjadi peluang tambahan penghasilan setelah penjualan sempat menurun.

“Begitu dihubungi, langsung saya iyakan. Alhamdulillah senang sekali, apalagi kemarin sempat sepi karena puasa dan cuaca juga,” ungkapnya.

Gun menyiapkan sekitar 700 porsi untuk memenuhi antusiasme masyarakat yang tinggi.

Ia berharap pelibatan UMKM dalam kegiatan besar seperti ini dapat terus berlanjut ke depan.

“Kami berharap bisa terus dilibatkan di event seperti ini, supaya bisa menambah income juga,” katanya.

Harapan untuk Jogja yang Lebih Sejahtera

Selain berdampak ekonomi, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Gun sebagai warga Yogyakarta berharap momentum Hari Jadi ke-271 DIY dapat membawa kemajuan bagi daerah, khususnya dalam sektor ekonomi.

“Semoga Yogyakarta semakin maju, ekonominya lebih mapan, dan masyarakatnya tetap guyub rukun serta sejahtera,” tutupnya. []

Related posts