Kecelakaan di Jalan Srandakan Bantul: Vario Serempet Pikap, Pelajar Patah Tulang

  • Whatsapp
laka jalan srandakan
Kecelakaan terjadi di Jalan Srandakan, Bantul, antara sepeda motor Honda Vario menyerempet mobil Suzuki Pikap. (Polres Bantul)

BacaJogja – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bantul. Sebuah sepeda motor Honda Vario menyerempet mobil Suzuki Pikap di Jalan Srandakan, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (21/1/2026) malam. Akibat insiden tersebut, seorang pelajar mengalami patah tulang pada bagian tangan.

Peristiwa kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 19.15 WIB. Insiden melibatkan mobil Suzuki Pick Up bernomor polisi AB 8257 TA yang dikemudikan oleh S (35), warga Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, dengan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AB 4625 JC yang dikendarai FAP (17), seorang pelajar asal Srandakan.

Read More

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kronologi kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai FAP melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Srandakan.

“Pada waktu bersamaan, mobil Suzuki Pick Up melaju dari arah timur dan bermaksud menyeberang jalan ke arah utara. Karena jarak sudah terlalu dekat, pengendara sepeda motor tidak sempat menghindar,” jelas Iptu Rita, Kamis (22/1/2026).

Akibat jarak yang tidak memungkinkan untuk menghindar, sepeda motor tersebut menyerempet bagian depan mobil pick up. Benturan tersebut menyebabkan pengendara motor kehilangan keseimbangan dan terjatuh di badan jalan.

“Sepeda motor menyerempet bagian depan mobil hingga pengendara terjatuh di jalan raya,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, FAP mengalami luka patah pada tangan kiri. Korban kemudian segera dievakuasi dan dilarikan ke RS UII untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pengemudi mobil pick up dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur yang memiliki banyak akses keluar-masuk kendaraan dari permukiman warga.

“Kami mengimbau para pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melakukan manuver atau menyeberang jalan. Konsentrasi dan kehati-hatian menjadi kunci utama keselamatan berlalu lintas,” pungkas Iptu Rita. []

Related posts