BacaJogja – Dua laga final yang menjadi puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 2 2025–2026 di Stadion Tridadi Sleman berlangsung penuh drama. Di kategori Kelompok Umur (KU) 10, tim debutan SDN Nglarang sukses menorehkan kisah heroik usai membalikkan keadaan dan menundukkan favorit juara SD Muhammadiyah Sapen dengan skor 4–2. Sementara itu, di KU 12, giliran SD Muhammadiyah Sapen yang memastikan gelar melalui kemenangan ketat 3–2 atas SD Muhammadiyah Karangploso.
SDN Nglarang: Dari Tertinggal 0–2 Menjadi Kampiun KU 10
Minim ekspektasi sebagai debutan, SDN Nglarang justru menunjukkan karakter luar biasa.
Sempat tertinggal 0–2 dalam enam menit awal melalui gol Ralin Abida Fitria dan Faliha Mufida, skuad asuhan Muhammad Daffa Harza Arifin bangkit pelan-pelan. Mereka mempertahankan fokus dan disiplin meski ditekan secara intens oleh gelombang serangan SD Muhammadiyah Sapen yang sejak awal tampil agresif.
Perubahan strategi menjadi kunci kebangkitan SDN Nglarang. Pelatih Daffa menginstruksikan para pemain untuk lebih tenang dalam mengalirkan bola dan memanfaatkan kecepatan sektor sayap. Penyesuaian ini terbukti efektif, membuat Sapen mulai kesulitan mengontrol tempo. Kombinasi Danisa dan Azra menjadi ancaman berulang, menghasilkan gol pertama pada menit ke-9 dan membuka peluang momentum kebangkitan.
Memasuki awal babak kedua, SDN Nglarang memperlihatkan peningkatan mental bertanding. Mereka berhasil menyamakan skor 2–2 lewat tembakan jarak jauh Danisa yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Sapen. Setelah itu, intensitas pertandingan meningkat drastis. Sapen mulai melakukan pergantian pemain, tetapi Nglarang yang tampil semakin percaya diri justru memanfaatkan celah di menit-menit akhir untuk mencetak dua gol tambahan dan menutup laga dengan kemenangan 4–2.
Final KU 12: Pertarungan Dua Bomber — Shima vs Nadia
Partai puncak KU 12 menghadirkan duel panas antara dua mesin gol: Shima Putri Larasati (SD Muhammadiyah Sapen) dan Nadia Shakila Azzahra (SD Muhammadiyah Karangploso). Kedua pemain ini sudah mencuri perhatian sejak babak penyisihan, menjadikan final sebagai panggung ideal untuk menunjukkan kualitas tertinggi mereka. Sejak menit awal, pertandingan berjalan dengan tempo cepat, memperlihatkan kedewasaan bermain di usia belia.
SD Muhammadiyah Sapen memainkan strategi build-up cepat melalui lini tengah, memaksa Karangploso untuk turun lebih dalam. Dua gol cepat Shima mengubah jalannya pertandingan dan membuat Karangploso berada dalam tekanan besar. Namun, Nadia yang dikenal memiliki akurasi tembakan di atas rata-rata tidak tinggal diam. Golnya di babak kedua menghidupkan kembali peluang tim, mengubah skor menjadi 1–2, sebelum akhirnya kembali tertinggal 1–3 akibat kelengahan lini belakang.
Pada lima menit terakhir, Karangploso menggempur habis-habisan pertahanan Sapen. Gol kedua Nadia pada menit ke-21 semakin memanaskan laga. Sapen kemudian mengambil pendekatan defensif total, memasang dua lapis blok bertahan untuk mengamankan keunggulan. Tekanan intens Karangploso tidak mampu menembus kokohnya pertahanan itu, dan skor 3–2 bertahan hingga peluit akhir. Kemenangan ini menjadi pelipur lara bagi Sapen setelah tim KU 10 mereka gagal meraih gelar.
Apresiasi PSSI: MLSC Jadi Fondasi Sepak Bola Putri Yogyakarta
Deputi Sekjen PSSI dan Ketua PSSI DIY, Dessy Arfianto, memuji konsistensi penyelenggaraan MLSC sebagai salah satu fondasi pembinaan sepak bola putri. Ia menekankan bahwa turnamen semacam ini sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan minat sejak dini, memberikan pengalaman bertanding, sekaligus memperluas basis pemain putri.
Dessy juga menilai bahwa MLSC Yogyakarta telah memberikan dampak nyata dalam beberapa tahun terakhir. Semakin banyak sekolah yang mengirimkan tim, semakin banyak pula siswi yang berani mencoba bermain sepak bola. Menurutnya, keberhasilan ini akan menjadi modal penting bagi DIY untuk melahirkan lebih banyak pemain sekolah dasar yang kelak bisa menembus skuad daerah maupun nasional.
Daftar Pemenang MLSC Yogyakarta Seri 2 2026
Kategori Usia 10
-
Juara: SDN Nglarang
-
Runner-up: SD Muhammadiyah Sapen
-
Semifinalis: SDN Giwangan B, SD Tarakanita Bumijo 1
-
Top Scorer: Danisa Anindya Nuha Zahira (34 gol)
-
Best Player: Alisya Natalia Bandari (9)
-
Best Goalkeeper: Jevanya Qeela Putria Yomie
-
Fairplay Team: SDN 3 Imogiri
Kategori Usia 12
-
Juara: SD Muhammadiyah Sapen
-
Runner-up: SD Muhammadiyah Karangploso
-
Semifinalis: MIN 2 Sleman, SDN Kalasan 1
-
Top Scorer: Nadia Shakila Azzahra (50 gol)
-
Best Player: Shima Putri Larasati (9)
-
Best Goalkeeper: Queenza Krista Nova Wibowo
-
Fairplay Team: SDN Ungaran 1






