BacaJogja – Seorang buruh tani lanjut usia berinisial S (70), warga Kembang Sari, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, meninggal dunia secara mendadak saat tengah bekerja di ladang miliknya, Selasa (3/1/2026) siang.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bergerak di ladang yang berada di wilayah Dusun Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan, sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh istri korban, Waniyem, yang hendak mengajak suaminya pulang untuk makan siang.
Ditemukan Istri Saat Hendak Mengajak Makan Siang
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban diketahui masih beraktivitas seperti biasa di ladang belakang rumahnya.
“Sekitar pukul 12.30 WIB, istri korban pulang bekerja dan melihat korban masih mencangkul. Saksi kemudian masuk ke rumah untuk memasak. Setelah masakan matang dan kembali ke ladang, korban sudah ditemukan dalam posisi tengkurap dan tidak bergerak,” ujar Iptu Rita, Rabu (3/1/2026).
Menyadari kondisi tersebut, saksi langsung panik dan meminta bantuan kepada dukuh setempat, Ari Muntoha (40), yang selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Piyungan.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban diketahui sempat mengeluhkan sesak napas selama tiga hari terakhir. Meski demikian, pada Selasa pagi korban tetap memaksakan diri untuk bekerja mencangkul di ladang.
Petugas gabungan dari Polsek Piyungan bersama tim medis Puskesmas Piyungan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Pemeriksaan medis luar dilakukan oleh dr. Kurnia dari Puskesmas Piyungan. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan tubuh korban sudah dalam kondisi kaku dan dingin. Tidak ditemukan luka atau tanda penganiayaan. Korban diduga meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang menurun, berkaitan dengan keluhan sesak napas,” jelas Iptu Rita.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak dilakukan autopsi.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kejadian ini dan tidak keberatan menandatangani surat penolakan autopsi. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman di rumah duka Kembang Sari,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi warga lanjut usia yang masih aktif bekerja di sektor informal seperti pertanian. []






