Pria Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan Bantar Lama Kulon Progo, Pengingat Agar Lebih Peka dan Peduli

  • Whatsapp
mayat jembatan bantar
Pria 42 tahun ditemukan meninggal di bawah Jembatan Bantar lama Sentolo, Kulon Progo. (Ist)

BacaJogja –  Warga Kapanewon Sentolo digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di bawah Jembatan Bantar lama, Kalurahan Banguncipto, Senin (22/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban diketahui berinisial M (42), warga Sedayu, Bantul.

Read More

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko. Ia menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan dari warga Bantar terkait adanya seorang pria yang ditemukan tergantung di bawah jembatan.

“Setelah menerima laporan, personel Polsek Sentolo segera mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan tim medis dari Puskesmas Sentolo 1, Unit Identifikasi Inafis Polres Kulon Progo, serta PMI Kulon Progo,” ujar Iptu Sarjoko.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, korban dinyatakan telah meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Dugaan sementara, korban meninggal karena gantung diri.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Nyi Ageng Serang untuk penanganan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Kejadian tersebut juga menjadi pengingat bahwa persoalan mental dan beban hidup kerap kali tidak terlihat oleh orang lain.

Pentingnya Kepedulian Sosial

Kasus seperti ini bukan sekadar angka dalam laporan peristiwa. Di baliknya ada pergulatan batin yang mungkin dipendam sendirian. Kepedulian lingkungan sekitar sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi individu yang merasa sendiri menghadapi tekanan hidup.

Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang di sekitar, seperti menarik diri dari pergaulan, tampak murung berkepanjangan, atau menunjukkan tanda keputusasaan.

Berbicara dengan orang terpercaya, tokoh agama, keluarga, maupun tenaga profesional dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan dukungan.

Bagi siapa pun yang sedang menghadapi tekanan berat, penting untuk diingat bahwa mencari bantuan adalah bentuk keberanian, bukan kelemahan.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. []

Related posts