BacaJogja – Bagi Anda yang sedang mencari destinasi liburan yang tidak hanya menghibur tetapi juga sarat akan nilai sejarah, wisata edukatif PG Madukismo adalah jawabannya. Terletak di Bantul, Yogyakarta, pabrik gula yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1955 ini menawarkan petualangan seru yang akan membawa Anda melintasi lorong waktu.
Bukan sekadar tur melihat mesin-mesin besar, daya tarik utama dari agrowisata ini justru dimulai bahkan sebelum Anda menginjakkan kaki di dalam area produksi. Pengunjung akan diajak merasakan sensasi unik menaiki kereta agrowisata khusus dengan nuansa tempo dulu.
Sensasi Naik Kereta Agrowisata Klasik Jerman Timur
Begitu roda kereta mulai berputar di atas rel-rel tua, atmosfer masa lalu langsung terasa kental. Di sepanjang jalur, pandangan Anda akan dimanjakan oleh jejeran lori tebu legendaris yang mengantre rapi menunggu giliran giling. Bunyi mesin dan derit rel menciptakan harmoni yang sukses menghidupkan kembali memori kejayaan industri gula masa lampau.
Kereta wisata ini memiliki cerita sejarahnya sendiri. Menurut Koordinator Pengembangan Aset PT. Madubaru PG PS Madukismo, Mahmud Safrudin, armada ikonik ini dirancang pada tahun 1995 dan resmi beroperasi sebagai pemandu wisata sejak tahun 1997.
“Lokomotif bermesin diesel buatan Jerman Timur ini memiliki 15 gerbong dengan total kapasitas penumpang hingga 300 orang,” ujar Mahmud.
Strategi ini sengaja dibuat untuk memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pelancong.
“Kalau hanya lihat pabrik saja kelihatannya kan kurang asik. Jadi kami desain wisata edukatif ini dimulai dengan kami jelaskan sedikit tentang pabrik biar tidak awam, jadi saat di sana (pabrik) sudah ada gambaran. Kemudian kita naikkan kereta menuju ke pabrik,” jelasnya ramah.
Terbuka untuk Umum dan Jadi Favorit Kunjungan Industri
Meskipun saat ini mayoritas pengunjung didominasi oleh siswa-siswi SMK yang tengah menjalani program kurikulum kunjungan industri, Mahmud menegaskan bahwa wisata edukatif PG Madukismo ini terbuka lebar untuk masyarakat umum, komunitas, maupun rombongan keluarga.
Bagi Anda yang tertarik untuk menjajal keseruannya, perhatikan jadwal operasional berikut agar tidak salah waktu:
| Hari | Jam Operasional | Catatan Penting |
| Senin – Kamis | 08.00 – 14.00 WIB | Jadwal reguler tur |
| Jumat – Minggu | Fleksibel | Bisa beroperasi jika bertepatan masa produksi |
Tips Terbaik: Datang Saat Musim Giling Tebu
Agar pengalaman belajar dan berwisata Anda menjadi lebih maksimal, ada satu tips penting yang wajib Anda ketahui. Mahmud sangat merekomendasikan pengunjung untuk datang saat pabrik dalam masa produksi gula aktif.
Kapan waktu terbaiknya? Datanglah sekitar bulan April atau Mei hingga Oktober.
Pada rentang bulan tersebut, Anda tidak hanya sekadar menikmati syahdunya naik kereta agrowisata, tetapi juga bisa menyaksikan langsung “dapur” pembuatan gula dari dekat. Mulai dari tebu mentah yang baru turun dari lori, proses pemerasan nira, hingga menjadi butiran-butiran gula pasir yang siap dikonsumsi.
Cara Reservasi Tiket
Tertarik untuk merasakan langsung serunya bertualang dengan kereta jadul dan belajar sejarah gula di Jogja? Anda bisa langsung melakukan reservasi dan berdiskusi mengenai paket kunjungan melalui akun Instagram resmi mereka di @madubaru_official.
Jangan lupa siapkan kamera Anda, karena setiap sudut di pabrik gula bersejarah ini menawarkan estetika vintage yang sangat sayang untuk dilewatkan! []






