BacaJogja – Seorang warga Kabupaten Bantul meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat membangun rumah barunya di Kedon RT03, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (27/2/2026).
Korban diketahui berinisial WM (42), warga Patalan, Jetis, Bantul. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban tengah mengerjakan pembangunan rumah di lokasi tersebut.
Kronologi Kejadian
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa peristiwa ini terungkap setelah istri korban, SM (47), mencoba menghubungi suaminya sekitar pukul 15.30 WIB. Namun, panggilan tersebut tidak diangkat.
Merasa khawatir, sang istri kemudian mendatangi lokasi pembangunan rumah di Kedon. Setibanya di lokasi, ia mendapati korban sudah tergeletak di bawah dalam kondisi tidak bergerak dan masih memegang holo aluminium yang digunakan untuk tiang lampu penerangan.
“Istri korban langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar,” ujar Rita saat dikonfirmasi.
Salah seorang warga kemudian mencabut kabel listrik yang diduga masih teraliri arus. Setelah dilakukan pengecekan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia di lokasi kejadian.
Hasil Pemeriksaan Medis
Petugas dari Polsek Bambanglipuro bersama tim medis segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga kuat tersengat aliran listrik bertegangan.
Ditemukan luka pada bagian jari tangan kanan serta siku tangan kanan berupa melepuh dan lecet, yang diduga akibat kontak langsung dengan arus listrik.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah murni akibat sengatan listrik. Jenazah rencananya dimakamkan di Dusun Kedon.
Imbauan Kepolisian
Polres Bantul mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan instalasi listrik, terutama dalam proyek pembangunan rumah.
Pastikan aliran listrik dalam kondisi mati sebelum melakukan pemasangan atau perbaikan, serta gunakan perlengkapan pengaman yang sesuai untuk menghindari risiko kecelakaan kerja.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dalam penanganan instalasi listrik dapat berujung fatal. []






