Menu MBG Viral Saat Ramadan: Sri Sultan Desak Perbaikan Gizi dan Transparansi Harga

  • Whatsapp
menu mbg ramadan
Menu MBG viral selama Ramadan menimbulkan kritik terkait gizi dan anggaran. (Ist)

BacaJogja — Ramainya unggahan soal Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan memicu diskusi publik di berbagai platform media sosial. Foto-foto menu seperti roti, jeruk, risoles mayo, hingga susu UHT yang dibagikan sejumlah sekolah di DIY menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warganet: apakah kualitas gizinya sesuai standar, dan apakah anggarannya transparan?

Sorotan publik terhadap program ini langsung ditanggapi tegas oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang meminta evaluasi menyeluruh kepada pihak penyelenggara MBG di DIY.

Read More

Awal pekan ini, berbagai unggahan menampilkan menu MBG dari beberapa wilayah Yogyakarta. Satu unggahan viral pada Senin (23/2/2026) memunculkan foto paket berisi roti, jeruk, dan susu UHT, sementara unggahan lain memperlihatkan kurma, telur, kacang, hingga variasi menu sederhana lainnya.

Keesokan harinya, unggahan dari sebuah SMA di Wirobrajan kembali mencuri perhatian dengan menu roti, jeruk, dan risoles mayo. Perbedaan menu dan kesederhanaannya membuat warganet mempertanyakan apakah program ini berjalan sesuai prinsip gizi seimbang dan anggaran yang ditetapkan pemerintah.

Respons publik yang semakin meluas memunculkan diskusi mengenai:

  • Kesesuaian menu dengan standar gizi,
  • Kelayakan anggaran per paket,
  • Transparansi harga bahan,
  • Kualitas pelaksanaan di lapangan.

Sri Sultan Turun Tangan: Evaluasi Menyeluruh Harus Dilakukan

Menanggapi dinamika yang berkembang cepat tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengambil langkah sigap. Ia meminta Sekretaris Daerah DIY memanggil pihak penanggung jawab program MBG untuk melakukan evaluasi total.

“Saya sudah meminta Sekretaris Daerah untuk memanggil penanggung jawab MBG, karena ada sejumlah pihak yang protes. Sepertinya materinya kurang pas,” ujar Sultan di Kompleks Kepatihan, Kamis (26/2/2026).

Sri Sultan dengan tegas menekankan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi program strategis yang harus memiliki akuntabilitas kuat, baik dari sisi kualitas gizi maupun transparansi nilai barang.

Desakan Perbaikan: Gizi Harus Layak, Harga Harus Jelas

Dalam pernyataannya, Sri Sultan menyebut perlunya perbaikan menu sekaligus kejelasan harga tiap item makanan untuk menghindari asumsi negatif di masyarakat.

“Menu harus diperbaiki, termasuk kejelasan harganya. Kalau diberikan pisang, harus jelas berapa harganya supaya clear,” tegas Sultan.

Sri Sultan ingin memastikan bahwa program ini tidak menyisakan ruang untuk spekulasi publik. Kejelasan komponen menu dan rincian biaya merupakan kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.

Menurut Sultan, detail harga per item harus dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak muncul lagi keraguan atau pertanyaan yang membuat publik tidak nyaman.

Publik Menunggu Perbaikan dan Transparansi

Dengan langkah tegas Sri Sultan, masyarakat kini menunggu tindak lanjut berupa:

  • Perbaikan menu agar lebih sesuai standar gizi anak sekolah,
  • Publikasi penjelasan anggaran yang lebih transparan,
  • Konsistensi kualitas distribusi MBG di semua wilayah DIY.

Program MBG yang bertujuan mulia ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat optimal, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan nutrisi menjadi sangat penting bagi pelajar.

Viralnya menu MBG menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap program pangan pemerintah. Sikap cepat dan tegas Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi titik penting dalam memastikan program ini tetap berada di jalur yang benar—layak secara gizi, transparan secara anggaran, dan dipercaya oleh masyarakat.

Dengan evaluasi yang kini berjalan, publik menantikan perbaikan nyata pada pelaksanaan program di lapangan. []

Related posts