Operasi Ketupat Progo 2026 Dimulai, 5.114 Personel Amankan Ramadan dan Arus Mudik di DIY

  • Whatsapp
pengamanan lebaran
Polda DIY menggelar Operasi Ketupat Progo 2026 selama 13 hari untuk mengamankan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. (Polda DIY)

BacaJogja – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat Progo 2026” untuk menjamin keamanan masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Operasi yang bersifat terbuka ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai instansi.

Read More

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk komitmen bersama antara Polri, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ini adalah wujud kesiapan kita semua agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujar Anggoro.

Lebih dari 5 Ribu Personel Dikerahkan

Dalam Operasi Ketupat Progo 2026, total 5.114 personel disiagakan untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Rinciannya meliputi:

  • 2.666 personel Polri dalam Operasi Ketupat
  • 1.071 personel Polda DIY dari Satgas Tanggap Bencana
  • 1.377 personel instansi terkait, seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan unsur lainnya

Seluruh personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas selama masa mudik dan libur Lebaran.

DIY Diprediksi Kedatangan 8,2 Juta Pengunjung

Kapolda DIY juga mengungkapkan bahwa berdasarkan survei dari Kementerian Perhubungan, wilayah Yogyakarta diperkirakan akan menerima lonjakan pengunjung hingga 8,2 juta orang selama periode Lebaran tahun ini.

Jumlah tersebut menjadikan DIY sebagai salah satu tujuan utama wisata dan mudik di Indonesia.

“Pemerintah telah mengantisipasi dengan membuat pola khusus terhadap kedatangan wisatawan, khususnya di wilayah Yogyakarta. Kami memastikan seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Untuk memantau pergerakan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), aparat mendirikan 25 pos pengamanan yang tersebar di lima kabupaten/kota di DIY.

Pos tersebut terdiri dari:

  • 18 Pos Pengamanan (PAM)
  • 2 Pos Pelayanan (YAN)
  • 4 Pos Terpadu
  • 1 Pos Terpantau

Seluruh pos ditempatkan di titik-titik strategis yang dinilai rawan kemacetan maupun potensi gangguan keamanan. Pos-pos ini juga akan beroperasi selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Puskesmas dan Tempat Ibadah Jadi Rest Area Pemudik

Dalam operasi ini, sinergi lintas instansi juga diperkuat. Dinas Kesehatan menyiagakan sejumlah puskesmas dan rumah sakit selama 24 jam guna mengantisipasi kondisi darurat.

Sementara itu, bekerja sama dengan Kementerian Agama, sejumlah tempat ibadah di sepanjang jalur mudik akan difungsikan sebagai rest area sementara bagi pemudik dan wisatawan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan pelaksanaan Ramadan hingga Idul Fitri di Yogyakarta dapat berlangsung aman, lancar, dan penuh kekhidmatan. []

Related posts