PRM Sukoharjo Sleman Bagikan 180 Paket Zakat dan Bingkisan Ramadan, Warga Rasakan Manfaatnya

  • Whatsapp
PRM Sukoharjo
PRM Sukoharjo Ngaglik Sleman menyalurkan 180 paket zakat fitrah dan bingkisan Ramadan kepada masyarakat. (Ist)

BacaJogja – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh warga Muhammadiyah di Sleman. Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, menyalurkan zakat fitrah dan bingkisan Ramadan kepada masyarakat dalam kegiatan sosial yang digelar di Masjid Ahmad Dahlan 2, Kompleks SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Unit 2, Banjarsari, Sukoharjo, Ahad (15/3/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial di bulan Ramadan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Program tersebut merupakan kolaborasi antara PRM Sukoharjo, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sukoharjo, serta Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo.

Read More

Dalam kegiatan tersebut, panitia berhasil menyalurkan 180 paket santunan dan bingkisan Ramadan, jumlah yang bahkan melampaui target awal.

Ketua PRM Sukoharjo, Wiratno, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya sebenarnya menargetkan 150 paket santunan. Namun berkat dukungan berbagai pihak dan donatur, jumlahnya meningkat.

“Awalnya kami menargetkan 150 paket, tetapi alhamdulillah bisa terealisasi 180 paket santunan. Ini sudah berjalan tiga tahun, dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih dari 200 paket agar manfaatnya semakin merata,” ujarnya.

Dukungan BAZNAS dan Apresiasi Pemerintah Desa

Kegiatan sosial ini juga mendapat dukungan dari BAZNAS Kabupaten Sleman. Perwakilan BAZNAS Sleman, Muhaimin, menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan dapat memberi semangat bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan hingga menyambut Idul Fitri.

“Semoga bermanfaat dan menambah semangat dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan, sekaligus menyambut Idul Fitri yang sebentar lagi kita rayakan bersama,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk dakwah nyata Muhammadiyah yang langsung dirasakan masyarakat.

“Luar biasa. Di bulan suci Ramadan kita semua berlomba melakukan kebaikan. Kegiatan seperti ini harus terus diprogramkan karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, peran Muhammadiyah di wilayah Ngaglik sangat strategis, terutama dalam bidang pendidikan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pengajian Ramadan: Mengingat Asal dan Tujuan Hidup

Selain penyaluran zakat dan santunan, kegiatan ini juga diisi dengan pengajian Ramadan yang disampaikan oleh Ketua PCM Ngaglik, Sukamta.

Dalam tausiyahnya, Sukamta mengangkat falsafah Jawa “Sangkan Paraning Dumadi”, yang berarti memahami asal-usul manusia dan tujuan akhir kehidupan.

Ia menjelaskan bahwa manusia harus selalu mengingat bahwa segala amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

“Kita harus paham asal kita dari mana dan nanti akan kembali ke mana. Semua yang kita lakukan akan dihitung oleh Allah,” tegas Sukamta yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Klaten.

Ia mengingatkan agar manusia tidak terlena oleh kekayaan, kepintaran, jabatan, maupun kekuasaan sehingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya.

“Jangan mentang-mentang kaya, jangan mentang-mentang pintar, jangan mentang-mentang punya jabatan. Kita semua punya tujuan setelah kematian, yaitu kembali kepada Allah,” pesannya.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum terbaik bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, mengingat kembali asal kejadian manusia, sekaligus mempersiapkan diri menuju kehidupan setelah dunia.

Didukung Banyak Donatur

Kegiatan berbagi ini juga terlaksana berkat dukungan berbagai lembaga dan donatur yang turut berkontribusi dalam program santunan Ramadan.

Di antaranya UNISA, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), LAZIS UNISA, LAZISMU Ngaglik, BAZNAS Sleman, RS UAD, Haruto Indo Japan, BPRS Formes, BPRS Cahaya Hidup, BPRS HIK MCI, Toko Sembako Raya, serta JANU Transport.

Sinergi antara organisasi Muhammadiyah, pemerintah, dan para donatur tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi sosial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah berharap semangat berbagi di bulan Ramadan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. []

Related posts