BacaJogja – Industri modest fashion di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam satu dekade terakhir. Di tengah persaingan yang semakin ketat dengan hadirnya brand nasional hingga global, brand lokal tetap memiliki ruang untuk berkembang dengan identitas yang kuat.
Salah satu brand yang menunjukkan konsistensi tersebut adalah DS Modest, label modest fashion asal Yogyakarta yang berada di bawah naungan Margaria Group. Brand ini tidak hanya dikenal melalui produk busana muslimnya, tetapi juga melalui perjalanan panjang yang dibangun dari nilai keluarga serta semangat memberdayakan perempuan.
Kini perjalanan brand tersebut dilanjutkan oleh generasi kedua, Annisa Herdyana, yang meneruskan visi sang pendiri, Dyah Suminar.
Warisan Nilai Keluarga dalam Industri Fashion
Bagi Annisa, DS Modest bukan sekadar bisnis fashion. Brand ini merupakan warisan nilai yang dibangun ibunya sejak awal berdiri.
Perjalanan DS Modest turut diceritakan Annisa dalam podcast Cerita Bersama Brand Lokal yang tayang di kanal YouTube JNE Express.
“Sejak kecil saya sudah melihat bagaimana ibu membangun brand ini dengan penuh ketekunan. Bukan hanya tentang menjual produk, tapi juga bagaimana menghadirkan sesuatu yang bermakna bagi perempuan,” ujar Annisa.
Didirikan oleh Dyah Suminar, DS Modest lahir dari passion terhadap dunia fashion dengan tujuan menghadirkan busana muslim yang elegan, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan perempuan modern.
Dari sebuah usaha yang dirintis secara bertahap, brand ini perlahan berkembang menjadi salah satu label modest fashion yang dikenal di Yogyakarta.
Memasuki generasi kedua, Annisa membawa pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri fashion, khususnya dalam pemanfaatan strategi digital dan penguatan komunitas.
Menurutnya, brand fashion masa kini tidak hanya ditentukan oleh desain produk, tetapi juga oleh cerita, nilai, serta hubungan dengan pelanggan.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi DS Modest untuk tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.
Koleksi Lebaran 2026: “Blooming Eid with Little Garden”
Menyambut momentum Idul Fitri 2026, DS Modest menghadirkan koleksi spesial bertajuk “Blooming Eid with Little Garden.”
Konsep tersebut terinspirasi dari taman kecil di halaman rumah sederhana yang dirawat dengan penuh cinta dan tumbuh bersama perjalanan hidup.
Filosofi tersebut diterjemahkan melalui pemilihan material yang nyaman, siluet yang flowy, serta bahan yang breathable agar tetap nyaman dikenakan saat momen kebersamaan keluarga di hari raya.
Annisa menjelaskan bahwa setiap koleksi selalu dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan perempuan yang aktif, tanpa meninggalkan nilai keanggunan yang menjadi ciri khas DS Modest.
“Kami ingin perempuan merasa percaya diri, nyaman, dan tetap menjadi dirinya sendiri ketika mengenakan DS Modest,” katanya.
Selain berfokus pada produk, DS Modest juga aktif membangun komunitas perempuan melalui berbagai kegiatan seperti gathering, workshop, hingga forum diskusi.
Menurut Annisa, komunitas menjadi bagian penting dalam perjalanan brand karena menghadirkan ruang pertemuan bagi perempuan dari berbagai latar belakang.
“Kami ingin DS Modest tidak hanya menjadi brand fashion, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk bertumbuh, saling menguatkan, dan berbagi inspirasi,” ujarnya.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, DS Modest mendorong perempuan untuk berani berkarya, membangun usaha, hingga meningkatkan rasa percaya diri.
Memperkuat Kanal Digital dan E-Commerce
Perkembangan dunia digital turut memengaruhi strategi bisnis DS Modest. Seiring meningkatnya tren belanja online, brand ini mulai memperkuat kanal digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam proses distribusi produk, DS Modest juga menjalin kerja sama logistik dengan JNE Express untuk memastikan pengiriman kepada pelanggan berjalan cepat dan aman.
“Pertumbuhan online shopping membuat kami semakin dekat dengan pelanggan dari berbagai kota di Indonesia. Dukungan layanan pengiriman yang andal tentu sangat membantu perjalanan brand,” jelas Annisa.
Brand Lokal dengan Identitas Yogyakarta
Di tengah perkembangan industri modest fashion yang semakin kompetitif, Annisa menegaskan bahwa DS Modest akan terus menjaga identitasnya sebagai brand yang lahir dari Yogyakarta.
Baginya, kekuatan sebuah brand tidak hanya terletak pada desain produk, tetapi juga pada cerita, nilai, serta komunitas yang tumbuh bersama perjalanan brand tersebut.
“DS Modest adalah perjalanan panjang yang dimulai oleh ibu, dan sekarang menjadi tanggung jawab kami untuk terus mengembangkannya. Harapannya, brand ini bisa terus menginspirasi perempuan untuk berani melangkah dan berkarya,” tuturnya.
Dengan kombinasi antara warisan nilai keluarga, inovasi desain, serta dukungan ekosistem digital, DS Modest menunjukkan bahwa brand lokal memiliki potensi besar untuk terus berkembang dalam industri fashion nasional. []






