Aroma yang Mengusik dari Kebun Wates Kulon Progo, Mengungkap Kepergian Sunyi

  • Whatsapp
penemuan mayat
Penemuan mayat di kebun Wates Kulon Progo berawal dari bau menyengat. Polisi menyebut korban meninggal lebih dari 4 hari tanpa tanda kekerasan. (Polres Kulon Progo)

BacaJogja — Siang itu, Rabu (25/3/2026), suasana di Padukuhan Triharjo, Kapanewon Wates, tampak seperti hari biasa. Aktivitas warga berjalan sebagaimana mestinya. Namun, tak ada yang menyangka, sebuah aroma tak sedap dari arah kebun justru mengantarkan pada sebuah penemuan yang mengusik hati.

Sekitar pukul 11.00 WIB, seorang warga yang melintas mulai merasa janggal. Bau menyengat yang tercium bukanlah bau biasa. Rasa penasaran bercampur khawatir mendorongnya untuk menelusuri sumber aroma tersebut.

Read More

Langkahnya terhenti di bawah sebatang pohon kelapa.

Di sanalah, sesosok pria ditemukan telah meninggal dunia. Tubuhnya sudah dalam kondisi membusuk, menandakan kepergiannya bukan baru terjadi sehari dua hari.

Kabar itu dengan cepat menyebar. Warga berdatangan, suasana berubah dari tenang menjadi penuh bisik dan tanya. Sebagian tak menyangka, sebagian lainnya hanya bisa terdiam.

Pihak kepolisian dari Polsek Wates segera datang ke lokasi setelah menerima laporan warga. Garis pembatas dipasang, sementara petugas melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menjelaskan bahwa korban diketahui berinisial S, seorang pria berusia 48 tahun yang juga merupakan warga Wates.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di area kebun. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan medis memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari empat hari sebelum akhirnya ditemukan.

Kepergian yang sunyi ini menyisakan pertanyaan yang lebih dalam, bukan hanya tentang apa yang terjadi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bisa pergi tanpa segera diketahui oleh lingkungan sekitarnya.

Di tengah kehidupan kampung yang dikenal guyub, peristiwa ini menjadi pengingat yang mengetuk kesadaran bersama.

Bahwa kepedulian kecil—seperti menyapa, memperhatikan, atau sekadar memastikan kabar tetangga—bisa menjadi hal yang berarti.

Polisi pun mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama jika menemukan hal-hal yang tidak biasa.

Sebab, dari sebuah aroma yang mengusik, tersimpan sebuah kisah tentang kesendirian yang tak banyak diketahui. []

Related posts