Belajar Instrumen di Dua Tempat, Efektif atau Menghambat?

  • Whatsapp
belajar instrumen musik
Ilustrasi belajar instrumen musik. (Foto: Istimewa)

Oleh : Gabriela Diva Prilita *)

Seiring dengan penyebaran musik dan perkembangan berbagai genre musik, banyak orang yang menjadi tertarik untuk belajar instrumen musik agar bisa memainkan musik yang mereka sukai. Terkadang, dengan harapan proses belajar bisa membuahkan hasil dengan lebih cepat, beberapa orang rela berguru di lebih dari satu tempat dengan guru yang berbeda.

Read More

Dengan memiliki beberapa guru dengan latar belakang dan skill yang berbeda, mereka mengharapkan masing-masing guru dapat saling melengkapi satu sama lain, bahkan beberapa murid pun mengharapkan hasil yang instan.

Bila berbicara mengenai belajar satu instrumen dengan beberapa guru, cara ini mungkin akan efektif bila guru-guru tersebut saling berkoordinasi. Bagi orang yang baru belajar instrumen, memiliki beberapa guru yang tidak terkoordinasi akan sangat merugikan dan lebih baik dihindari.

Baca Juga: Chossy Pratama Ungkap Peluang Artificial Intelligence untuk Perkembangan Industri Musik

Berikut akan dikupas, apa saja yang perlu dipertimbangkan dari belajar instrumen yang sama di bawah bimbingan beberapa guru. Pada umumnya, jarang ada pelarangan untuk belajar di tempat lain oleh suatu sanggar musik tertentu. Yang menjadi persoalan di sini adalah guru yang bersangkutan.

Ada guru yang tidak mengizinkan muridnya belajar dengan guru lain karna khawatir terhadap intervensi yang dilakukan terhadap cara guru tersebut membentuk muridnya. Namun, ada pula guru yang tidak memiliki masalah meski muridnya belajar di tempat lain.

Yang perlu diperhatikan adalah, bahwa murid memiliki etika untuk meminta izin pada gurunya bila ingin menambah tempat belajar dan menghargai pendapat gurunya, pun juga meminta izin kepada calon gurunya yang baru bahwa dia belajar di tempat lain.

Baca Juga: Cara Keraton Yogyakarta Memaknai Sumpah Pemuda lewat Pentas Musikan Mandalasana

Kalau guru di sekolah musik B mengetahui muridnya juga belajar di sekolah musik A tanpa pemberitahuan, mungkin guru di sekolah musik B ini akan tersinggung, meskipun sebenarnya tidak akan menjadi masalah bila sang murid meminta izin terlebih dahulu.

Ketidakpercayaan antara guru dan murid inilah yang akan merugikan murid itu sendiri. Selain dari masalah guru, murid juga perlu melihat ke dalam dirinya sendiri.

Belajar di dua tempat artinya memiliki PR dan tuntutan latihan dua kali lipat lebih banyak. Metode dan bahan ajar yang dimiliki oleh satu sekolah musik mungkin akan berbeda di sekolah musik lain. Apakah murid memiliki cukup waktu untuk berlatih? Bagaimana cara murid mengatasi perbedaan pendekatan tersebut? Bilamana murid tidak bisa berlatih, maka belajar di sepuluh tempat sekalipun akan menjadi sia-sia.

Baca Juga: Hatchbackz Kenalkan Warna Musik Baru di Single “Lit Up”

Untuk mengatasi perbedaan metode dan pendekatan pengajaran, siswa bisa meminta materi yang berbeda dari masing-masing sekolah musik. Jadi, materi yang sudah diajarkan di sekolah musik A tidak diajarkan kembali di sekolah musik B, dan begitu pula sebaliknya.

Solusi lainnya adalah dengan membiarkan kedua guru saling berkoordinasi agar guru dapat mencari jalan tengah untuk menghindari konflik akibat sistem pengajaran yang mungkin berlawanan.

Secara ringkas, belajar di lebih dari satu tempat dapat memberikan hasil yang baik selama murid melakukan prosesnya dengan baik. Setelah mempertimbangkan kondisi pribadi murid, harus diingat untuk juga meminta izin dari guru lama dan guru yang baru untuk belajar di tempat lain. []

*) Gabriela Diva Prilita, mahasiswa ISI Yogyakarta.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *