BacaJogja – Di tengah libur sekolah yang ramai, sebuah destinasi edukatif di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, menjadi magnet baru bagi pencinta sejarah dan keluarga yang ingin liburan sekaligus belajar. Namanya Rumah Fosil Banjarejo, sebuah tempat sederhana yang menyimpan jejak purba berupa gading gajah, gigi hiu, tanduk banteng, hingga cangkang moluska yang ditemukan dari kawasan sekitar desa.
Tempat ini bukan museum biasa. Rumah Fosil Banjarejo merupakan inisiatif pribadi dari Kepala Desa Banjarejo yang menjadikan rumahnya sebagai tempat penyimpanan dan pameran koleksi fosil yang ditemukan oleh warga. Dari tampilan depan, rumah ini mungkin terlihat seperti hunian biasa, namun di dalamnya tersimpan kekayaan geologis yang luar biasa.
Baca Juga: Korban Terseret Ombak di Pantai Watu Kodok Ditemukan Meninggal, Ini Kronologinya
“Keberadaan rumah fosil ini adalah sebuah inisiatif yang sangat luar biasa dari Bapak Kepala Desa, sekaligus pemilik rumah. Beliau menjadikan rumahnya sebagai tempat penyimpanan fosil sekaligus museum yang sangat informatif,” ujar Dani Satria (33), pengunjung sekaligus founder aplikasi Swadaya27.com, saat ditemui di lokasi pada Selasa (24/6/2025).
Dani menambahkan, rumah fosil ini tak hanya menampilkan benda-benda purbakala, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi pelestarian warisan geologis dan budaya di tingkat desa. Penataan koleksi yang rapi serta narasi yang menyertainya menjadikan tempat ini layak menjadi rujukan konservasi fosil berbasis komunitas.
“Setelah mengunjungi rumah fosil ini, saya tertarik untuk membuat inisiatif serupa di rumah saya sendiri. Saya sudah merencanakan dan membuat konsepnya berupa Balai Konservasi Artefak Desa,” tambahnya.
Baca Juga: Demo Sopir Tolak ODOL di Gunungkidul: Ini Titik, Rute, dan Waktu Rawan Macet 25 Juni 2025
Koleksi di Rumah Fosil Banjarejo sebagian besar berasal dari hasil temuan warga di sekitar Grobogan. Fosil-fosil tersebut kemudian disumbangkan atau dititipkan untuk dirawat dan dipamerkan kepada publik. Koleksinya meliputi berbagai tulang belulang hewan purba, fosil laut, serta cetakan organisme yang tersimpan dalam batuan.
Kini, Rumah Fosil Banjarejo tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata edukatif yang memadukan unsur sejarah, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat desa. Inisiatif ini membuka peluang bagi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi lokal yang berakar pada kekayaan alam dan sejarah wilayah masing-masing. []






