Diva Aulia Lestari: Senyum yang Kini Hanya Tinggal Kenangan

  • Whatsapp
Diva Aulia Lestari meninggal
Suasana rumah duka dan ucapan bela sungkawa dari SMA 1 Karangmojo. (Ist)

BacaJogja – Rumah sederhana di Padukuhan Candi VII, Kalurahan Jatiayu, Karangmojo, Gunungkidul, pagi itu dipenuhi kursi plastik berjejer rapi. Puluhan pelayat datang silih berganti. Sebagian besar mengenakan kerudung gelap, menunduk menahan pilu.

Suasana duka menyelimuti rumah tempat Diva Aulia Lestari menghabiskan masa remajanya—rumah yang kini menjadi saksi bisu kepergiannya untuk selamanya.

Read More

Diva, siswi kelas XI SMAN 1 Karangmojo, menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 1 Juli 2025. Ia meninggal setelah sebulan berjuang melawan luka berat di kepala akibat kecelakaan lalu lintas yang merenggut kesehatannya secara perlahan.

Baca Juga: Polresta Sleman Amankan Lima Remaja Bawa Celurit, Diduga Akan Tawuran di Gejayan

Tragedi di Pagi Hari

Kecelakaan yang merenggut nyawa Diva terjadi pada Senin, 2 Juni 2025, sekitar pukul 06.20 WIB. Kala itu, Diva mengendarai sepeda motor Mio Soul berpelat AD 2099 KJ, hendak menuju sekolah di pagi yang cerah.

Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, Diva sedang berusaha mendahului mobil Carry yang dikemudikan Poniman (56), warga Pedan, Klaten. Namun, secara bersamaan, sang sopir mobil juga ingin menyalip kendaraan di depannya.

“Apesnya, mobil Carry menyerempet sepeda motor yang dikendarai Diva,” ungkap Ipda Nur Ikhwan lirih.

Benturan itu membuat Diva terjatuh keras di aspal. Kepala remaja 17 tahun itu terbentur hebat, menimbulkan cidera serius yang akhirnya tak tertahankan. Sejak hari itu, Diva dirawat intensif di rumah sakit, dengan harapan yang selalu menyala dari keluarga dan teman-temannya agar ia segera pulih. Namun takdir berkata lain.

Baca Juga: Menjalin Langkah, Merajut Toleransi: Semarak Srawung KobaRun di Jantung Heritage Yogyakarta

Doa dan Air Mata

Berita kepergian Diva menyebar cepat. Foto hitam putih ucapan bela sungkawa terpampang di akun resmi SMAN 1 Karangmojo. Potret dirinya yang mengenakan kerudung sederhana, menampilkan senyum tenang yang kini hanya tinggal kenangan.

“Semoga amal ibadah diterima oleh Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis pihak sekolah dalam unggahan resmi.

Di rumah duka, deretan kursi hijau tak pernah kosong. Warga, kerabat, guru, dan teman-teman sekelas Diva datang memberikan doa, pelukan, serta kalimat penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Semua orang sepakat, Diva dikenal sebagai gadis ceria yang rajin membantu teman. Sosoknya begitu ringan tangan dan murah senyum.

Hari itu, satu nama remaja perempuan melekat erat di hati banyak orang—Diva Aulia Lestari. Sebulan ia bertahan dengan luka, sebulan pula keluarganya menggantungkan harapan.

Kini, perjuangan panjang itu telah usai. Diva pulang dalam damai, meninggalkan jejak kasih yang akan selalu diingat. []

Related posts