BacaJogja – Di sudut Kampung Ledok Macanan, Kelurahan Suryatmajan, Danurejan, denyut semangat warganya bergetar dalam sebuah perayaan yang sederhana namun penuh makna. Mereka menamai pasar rakyat ini Pasar Suran Serambi Surga—sebuah ruang yang bukan hanya menjual produk UMKM, melainkan juga menabur doa-doa syukur dan harapan untuk masa depan yang lebih sejahtera.
Ananto Kasworo, Ketua Panitia Pasar Suran, menyebut penamaan “Suran” merujuk pada Bulan Suro dalam penanggalan Jawa, yang dipercaya sebagai momentum awal tahun baru dan saat terbaik memohon keselamatan. “Acara ini sebagai perwujudan rasa syukur warga serta untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan kepada Tuhan,” ungkap Ananto.
Sementara kata Serambi Surga dipilih karena pasar tersebut digelar di Taman Serambi Surga, atau Suryatmajan River Garden, ruang terbuka hijau di bantaran Sungai Code yang kini bersolek menjadi tempat wisata baru. Di sanalah, para pengunjung bisa mencicipi kuliner lokal sambil menikmati suasana teduh di pagi, senja, atau malam hari.
“Lokasi ini kami pilih karena ingin mengenalkan taman ini lebih luas. Sesuai namanya, Taman Serambi Surga memberikan ruang dan waktu untuk menikmati suasana sambil mencicipi kuliner khas warga,” tambahnya.
Pagi itu, suasana penuh keceriaan. Warga memulai dengan senam bersama, kemudian menyantap jenang suro, bubur tradisi yang sarat filosofi tentang permohonan keselamatan. Berderet stand kuliner dan kerajinan tangan buatan warga Ledok Macanan menambah warna.
Di tengah riuh pasar, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, hadir meresmikan kegiatan dengan cara simbolis yang unik—membentangkan kain shibori hasil karya warga. Ia memuji inisiatif masyarakat yang tak hanya peduli ekonomi, tetapi juga melestarikan tradisi dan menguatkan ikatan sosial.
Baca Juga: Peluncuran Koleksi “2015”: Toko Kopi Tuku dan ATSIRI Hadirkan Nostalgia Cipete di Yogyakarta
“Kampung Ledok Macanan ini menarik, selain lokasinya dekat Malioboro, warganya memiliki semangat gotong royong untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Wawan.
Ia pun menegaskan, potensi bantaran Sungai Code yang kini ditata indah harus dimanfaatkan maksimal. “Misalnya dengan menggelar aktivitas-aktivitas yang berdampak pada sosial budaya dan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Pasar Suran Serambi Surga memang baru pertama kali digelar, namun Ananto berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. “Selain meningkatkan perekonomian, acara ini juga jadi ajang silaturahmi warga,” katanya.
Baca Juga: Operasi Patuh Candi 2025 di Banyumas: Ini 11 Pelanggaran Lalu Lintas yang Jadi Sasaran Utama
Wawan pun menambahkan harapannya agar ke depan Pasar Suran semakin meriah dengan atraksi seni dan budaya lokal, sehingga bisa menarik lebih banyak wisatawan yang melancong dari Malioboro ke tepian Sungai Code. “Tiap tahun harus ada inovasinya agar tetap menjadi daya tarik,” tegasnya.
Di sela aktivitas, aroma jenang suro yang mengepul dan ramah sapa para pedagang membuat siapa pun merasa pulang ke rumah—bahkan untuk tamu yang baru pertama kali singgah. Di Ledok Macanan, pasar rakyat bukan sekadar transaksi, melainkan jembatan menuju harapan dan harmoni. []






