BacaJogja – Kali Brug Wirosari menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah pengairan Nusantara sejak era kolonial Belanda. Bangunan jembatan sekaligus saluran irigasi ini telah berdiri lebih dari 120 tahun, jauh sebelum Indonesia merdeka, dan hingga kini tetap lestari sebagai warisan budaya teknik sipil yang menakjubkan.
Dibangun pada awal abad ke-20 oleh pemerintah Hindia Belanda, Kali Brug Wirosari berfungsi sebagai jalur distribusi air irigasi ke area persawahan di Grobogan dan sekitarnya. Struktur jembatan yang kokoh dengan lengkungan batu bata bergaya arsitektur Belanda menjadi ciri khasnya. Keberadaannya bukan hanya menopang sektor pertanian, tetapi juga mencerminkan teknologi pengairan modern pada masanya.
Baca Juga: Detik-detik Penyelamatan Dua Wisatawan Terseret Rip Current di Pantai Parangtritis
Menurut Dani Satria (33), pengunjung yang juga founder aplikasi Swadaya27.com, Kali Brug menyimpan daya tarik unik bagi masyarakat. “Ini merupakan warisan budaya dan arsitektur tentang sejarah pengairan di Nusantara,” ujarnya saat ditemui pada Minggu (13/07/2025).
Selain nilai historis, Kali Brug Wirosari kini kerap menjadi destinasi wisata santai. Suasana sejuk dengan gemericik air yang terus mengalir menghadirkan ketenangan bagi pengunjung. “Di sini kita disuguhkan pemandangan taman yang indah, dengan gemericik air yang mengalir. Bahkan anak-anak seringkali bermain air dan gebyuran di sekitar kali brug ini,” imbuh Dani.
Jembatan tua yang terletak di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan ini menjadi bukti betapa pentingnya sistem irigasi bagi perekonomian agraris pada masa kolonial. Teknologi pengairan yang diterapkan memungkinkan sawah-sawah di wilayah Grobogan tetap produktif hingga kini.
Baca Juga: Jadwal dan Syarat SIM Keliling Magelang 2025: Pelayanan Lebih Dekat, Mudah, dan Cepat
Upaya pelestarian situs bersejarah ini diharapkan terus dilakukan agar generasi mendatang bisa mengenal lebih dekat jejak peradaban kolonial dan perkembangan teknologi irigasi Nusantara. Dani menambahkan, “Semoga kelestarian situs ini tetap terjaga, agar anak cucu kita bisa belajar sejarah kolonial melalui bangunan yang masih berdiri kokoh ini.”
Kali Brug Wirosari bukan sekadar jembatan pengairan tua. Ia adalah pengingat bahwa Grobogan pernah menjadi bagian penting dari sistem pertanian modern yang dibangun di bawah pemerintahan Belanda, sekaligus menjadi simbol kebanggaan atas warisan sejarah yang tak lekang oleh waktu. []






