Misteri Azka Hilang di Pantai Siung Gunungkidul: Mukena, Sandal, dan Obat Ditemukan di Watu Togok

  • Whatsapp
mukena pantai siung
Tim SAR menemukan mukena, sandal, dan obat milik Azka yang hilang di Pantai Siung. (Ist)

BacaJogja  – Misteri hilangnya wisatawan asal Jakarta Timur, Azka Nurfadillah (28), di kawasan Pantai Siung, Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih belum terpecahkan. Sejak dilaporkan hilang pada Sabtu, 26 Juli 2025, keberadaan Azka belum juga ditemukan, meski beberapa barang miliknya telah berhasil ditemukan tim SAR.

Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu, menyampaikan bahwa tim menemukan sejumlah barang pribadi Azka, termasuk mukena, sandal sebelah kanan, dan obat-obatan, yang diduga kuat milik korban. Barang-barang tersebut ditemukan di sekitar area Watu Togok, sebuah spot di sisi barat Pantai Siung yang dikenal rawan dan dilarang dijamah wisatawan.

Read More

“Tim SAR menemukan mukena dan obat di sebelah barat Watu Togok kemarin. Lokasi penemuan berdekatan dengan sandal yang juga diduga milik korban,” ungkap Sunu pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Baca Juga: Panduan Lengkap KA Bandara YIA Terbaru: Jadwal, Rute, Harga Tiket 2025

Meski temuan tersebut memberi sedikit titik terang, namun pencarian korban belum menunjukkan hasil signifikan. Pencarian intensif telah dilakukan sejak Azka dinyatakan hilang, dengan melibatkan enam tim SAR yang menjelajahi daratan, laut, hingga memanfaatkan drone untuk menyisir area sekitar Pantai Siung hingga radius dua kilometer.

Tenda Kosong, Motor Masih Terparkir

Azka diketahui datang ke Pantai Siung sejak Kamis, 24 Juli 2025 dan menyewa tenda untuk berkemah. Namun, ketika masa sewa tenda berakhir pada Sabtu (26/7/2025), keberadaannya tidak diketahui. Pihak penyedia tenda membongkar peralatan, sementara sepeda motor Honda Vario 160 milik Azka tetap terparkir di area pantai hingga Minggu, 27 Juli 2025.

“Di dalam tas ditemukan STNK, SIM, dan ponsel atas nama korban. Motor tersebut telah kami laporkan ke Polsek Tepus,” ujar Sunu.

Baca Juga: Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 1 Agustus 2025, Berangkat dari Stasiun Tugu hingga Palur

Sebelum hilang, Azka sempat terlihat dan bahkan menanyakan arah ke Watu Togok kepada petugas. Namun, lokasi tersebut dikenal sebagai area terlarang karena medannya yang curam dan minim pengawasan. Petugas sempat mengingatkan Azka untuk tidak menuju area itu.

Operasi Resmi Ditutup, Pencarian Tetap Dilanjutkan

Meskipun operasi resmi pencarian telah ditutup pada Selasa, 29 Juli 2025, sesuai standar prosedur tiga hari pencarian, tim SAR dan relawan masih melakukan penyisiran terbatas. Sunu mengatakan, pencarian tetap berjalan meski tidak semasif sebelumnya.

“Kami tetap menyisir area, namun memang terkendala cuaca buruk. Kami juga berharap masyarakat, nelayan, dan wisatawan sekitar bisa membantu bila menemukan sesuatu yang mencurigakan,” jelasnya.

Baca Juga: BMKG: Gelombang Laut Selatan Yogyakarta Capai 4 Meter hingga 3 Agustus, Warga Pesisir Diminta Waspada

Harapan Masih Terbuka

Salah satu saksi, Joko, menyebut bahwa Azka sempat terlihat berada di sekitar Watu Togok dan sempat diawasi petugas pada dini hari. Namun, pada siang harinya, keberadaannya tidak lagi terpantau.

“Semoga Azka segera ditemukan, apapun kondisinya. Ini penting agar teka-teki hilangnya bisa terjawab,” ujar Joko.

Hingga kini, pihak SAR, Polsek Tepus, dan relawan masih terus berupaya mencari keberadaan Azka Nurfadillah. Kasus ini menyita perhatian publik dan menjadi pengingat pentingnya mematuhi rambu keselamatan saat berwisata ke area pantai. []

 

Related posts