Baru 3 Bulan Beroperasi, KDMP Tamanmartani Gaet Lebih dari 900 Anggota dan Salurkan 80 Ton Pupuk Bersubsidi

  • Whatsapp
KDMP Tamanmartani
Dalam tiga bulan, KDMP Tamanmartani Sleman berhasil menarik lebih dari 900 anggota dan menyalurkan 80 ton pupuk bersubsidi. (Ist)

BacaJogja – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Sleman, menjadi bukti nyata semangat gotong royong ekonomi warga. Meski baru beroperasi tiga bulan sejak Senin (16/6/2025), koperasi ini telah berhasil menarik lebih dari 900 anggota dan menyalurkan 80 ton pupuk bersubsidi bagi petani sekitar.

Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, menyebut antusiasme masyarakat begitu tinggi. “Saat ini anggota terakhir 974 per 19 September. Target kami 1.100 anggota dalam empat bulan pertama beroperasi,” ujarnya.

Read More

Koperasi ini menempati bekas shelter Covid-19 yang kini difungsikan sebagai pusat kegiatan ekonomi warga. KDMP Tamanmartani menjual pupuk bersubsidi jenis NPK dan Urea, serta pupuk non-subsidi merek Kujang dengan dukungan dari PT Pupuk Indonesia. Selain itu, kelompok tani sekitar juga menitipkan pupuk organik hasil olahan sendiri.

Empat Unit Usaha Aktif dan Potensi Besar

Hingga kini, KDMP Tamanmartani menjalankan empat unit usaha: sembako, sarana produksi pertanian (saprotan), klinik dan apotek, serta simpan pinjam. Unit saprotan menjadi yang paling berkembang berkat kerja sama dengan kelompok tani dan gapoktan.

Baca Juga: Film Mahasiswa UGM “Mania Dunia Nia” Menang di Singapura, Usung Isu Kesehatan Mental

Namun, kendala utama koperasi ini terletak pada permodalan. Dana operasional hanya berasal dari iuran anggota — Rp100 ribu simpanan pokok dan Rp5 ribu simpanan wajib per bulan. Upaya pinjaman dari LPDB KUMKM sebesar Rp1,5 miliar baru disetujui separuhnya.

“Belum kami ambil karena belum cukup. Kalau hanya Rp750 juta, kegiatan tidak akan jalan maksimal,” kata Mawardi.

Selain permodalan, koperasi juga kesulitan mendapatkan pasokan barang dalam jumlah besar. Contohnya, kebutuhan Minyakita dan LPG sering tidak terpenuhi karena terbatasnya suplai dari mitra.

“Kalau barang datang, langsung habis diborong anggota karena mereka juga pedagang kelontong dan penjual makanan,” ungkapnya.

Dara Ayu Suharto
Anggota DPRD Sleman Dara Ayu Suharto saat diwawancarai awak media. (Ist)

Harapan Dukungan dari BUMN dan Pemerintah

Mawardi berharap dukungan dari mitra BUMN dan instansi terkait bisa lebih maksimal. “Harapan kami sesuai arahan Pak Presiden, BUMN harus benar-benar mendukung. Jangan setengah-setengah,” tegasnya.

Baca Juga: Sriharjo Forest Trail Run 2025: Menembus Hutan dan Sungai Imogiri, 500 Pelari Rasakan Tantangan Alam Bantul

Unit usaha klinik dan apotek juga belum bisa beroperasi penuh karena terbentur regulasi baru yang mewajibkan koperasi memiliki apoteker sendiri. Saat ini, KDMP bekerja sama dengan Kimia Farma dan mendapat dukungan Puskesmas Pembantu dua kali seminggu untuk layanan kesehatan dasar.

Ia berharap Dinas Kesehatan Sleman dapat mendukung agar klinik dan apotek koperasi bisa berkembang. “Puskesmas jauh dari warga, jadi klinik ini sebenarnya sangat dibutuhkan,” katanya.

Apresiasi dari Dinkop UKM dan DPRD Sleman

Sekretaris Dinas Koperasi UKM Sleman, Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningtyas, mengapresiasi langkah KDMP Tamanmartani yang berperan aktif menyokong pelaku usaha kecil.

“Ini terobosan bagus. KDMP tidak menyaingi toko sekitar, tapi justru menjadi supplier bagi usaha kecil. Artinya, koperasi ini mendekatkan kebutuhan masyarakat,” ujar Siti.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Sleman, Dara Ayu Suharto, menilai KDMP Tamanmartani berperan penting dalam memperkuat ekonomi lokal.

“Koperasi tidak boleh mengganggu usaha yang sudah ada, tetapi harus menguatkan ekonomi warga. KDMP Tamanmartani contoh yang baik,” kata Dara.

Dara menegaskan pihaknya siap menampung aspirasi dan menjembatani kebutuhan koperasi ini kepada pemerintah. “Kami siap membantu agar KDMP berjalan maksimal,” pungkasnya. []

Related posts