BacaJogja – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan “Mancing Gerrsama” yang digelar FORWARD Yogyakarta di Pemancingan Sigud, Gamping, Sleman, Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang relaksasi bagi para jurnalis Yogyakarta di tengah padatnya rutinitas liputan.
Sekitar 20 jurnalis dari berbagai media di Yogyakarta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tak hanya datang sendiri, sejumlah peserta juga mengajak istri dan anak, sehingga suasana mancing bersama terasa seperti reuni keluarga besar insan pers.
Sejak siang hingga sore, canda dan tawa mengalir di tepi kolam pemancingan. Kail yang dilempar bukan semata mengejar ikan, tetapi menjadi medium untuk berbagi cerita liputan, bertukar pengalaman, hingga mempererat persahabatan antarsesama jurnalis lintas media.
Panitia Penyelenggara Mancing Gerrsama, Chaidir, mengatakan kegiatan ini digagas sebagai upaya sederhana namun bermakna untuk menjaga kebersamaan jurnalis Yogyakarta. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana penyegaran mental dari tekanan profesi jurnalistik.
“Jurnalis sehari-hari bergelut dengan deadline dan dinamika lapangan. Lewat Mancing Gerrsama ini, kami ingin menghadirkan suasana santai, mempererat silaturahmi, sekaligus menyegarkan pikiran. Alhamdulillah, suasananya penuh kekeluargaan dan persahabatan,” ujar Chaidir.
Ia menambahkan, kegiatan mancing di kolam dipilih karena mudah diikuti, digemari berbagai kalangan, serta ramah keluarga. Selain itu, pemancingan dinilai sebagai bagian dari sektor pendukung pariwisata yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
“FORWARD ingin ikut berkontribusi mendukung agrowisata di Sleman. Kegiatan sederhana seperti ini diharapkan memberi dampak positif, baik bagi pelaku usaha pemancingan maupun sektor pariwisata,” lanjutnya.
Kegiatan Mancing Gerrsama ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Nasional 2025, sejalan dengan semangat kebersamaan dan solidaritas yang menjadi ruh acara. FORWARD sendiri merupakan wadah silaturahmi jurnalis yang melakukan peliputan di Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus rumah kreatif untuk mengolaborasikan kegiatan lapangan dengan produk jurnalistik.
Di sela-sela kegiatan, para peserta menikmati kebersamaan tanpa sekat dalam suasana nonformal. Bagi banyak jurnalis, momen seperti ini menjadi energi baru untuk kembali menjalani tugas jurnalistik dengan semangat yang lebih segar.
“Bukan soal banyaknya ikan yang didapat, tapi kebersamaan dan rasa persaudaraan yang terbangun. Itu yang paling berharga,” pungkas Chaidir. []






