BacaJogja – Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Girimulyo kembali menghadirkan kegiatan inovatif berbasis kesehatan holistik melalui Jalan Sehat NAPAK (Napak Sawah Pronosutan) yang digelar pada Sabtu pagi, 17 Januari 2026. Bertempat di hamparan hijau Sawah Pronosutan, Nanggulan, kegiatan ini memadukan olahraga, tadabbur alam, serta pendekatan kesehatan mental berbasis bukti ilmiah melalui terapi tertawa.
Sekitar 30 peserta yang terdiri dari kader Nasyiatul Aisyiyah dan masyarakat umum tampak antusias mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Langkah Sehat, Pikiran Semangat, Ukhuwah Erat”. Sejak pukul 05.15 WIB, peserta telah berkumpul di area Parkiran Menoreh View sebagai titik awal perjalanan.
Menyusuri Sawah Pronosutan, Menyegarkan Raga dan Pikiran
Rute jalan sehat dimulai dari Parkiran Menoreh View, melewati jalur alam Mahaloka Paradise, hingga masuk ke kawasan persawahan Pronosutan. Udara pagi yang sejuk berpadu dengan panorama Pegunungan Menoreh menciptakan suasana menenangkan, jauh dari hiruk-pikuk aktivitas harian.
Konsep kegiatan ini dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat modern akan keseimbangan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental. Di tengah perjalanan, peserta berhenti di titik finis di area sawah untuk mengikuti sesi edukasi kesehatan yang dikemas secara santai namun ilmiah.
Terapi Tertawa Berbasis Riset Ilmiah
Sesi inti diisi dengan Sharing Edukasi dan Terapi Tertawa yang dipandu oleh Ners. Zubaida Rohmawati, MPH., Dosen Keperawatan Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sekaligus Ketua PCNA Girimulyo. Ia didampingi oleh Laras, mahasiswa Keperawatan UNISA Yogyakarta.
Dalam pemaparannya, Zubaida menegaskan bahwa tertawa bukan sekadar ekspresi emosi, tetapi memiliki dampak fisiologis yang signifikan bagi kesehatan.
“Berdasarkan riset terbaru dari Rismawan dkk. (2025) dalam Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, terapi tertawa terbukti berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah, khususnya pada individu dengan risiko hipertensi,” jelas Zubaida.
Ia juga mengutip penelitian internasional oleh Gonot-Schoupinsky dkk. (2024) dalam Journal of Psychiatric and Mental Health Nursing yang menunjukkan bahwa terapi tawa mampu meningkatkan psychological well-being sekaligus menurunkan tingkat depresi secara signifikan.
Selain itu, studi Hasanah & Sitorus (2023) dalam Journal of Telenursing mengungkap adanya penurunan kecemasan (ansietas) setelah stimulasi tawa. Bahkan, terapi tawa disebut sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif bagi penderita penyakit kronis.
“Tawa memicu pelepasan endorfin dan menurunkan hormon stres kortisol. Bagi ibu-ibu yang sering sulit tidur, penelitian Stiadi dkk. (2022) dalam Jurnal Keperawatan Global juga membuktikan bahwa tawa dapat meningkatkan kualitas tidur melalui relaksasi otot dan saraf,” tambahnya sambil memandu latihan tawa diafragma.
Antusiasme Peserta dan Energi Positif di Tengah Sawah
Suasana persawahan Pronosutan pun dipenuhi suara tawa lepas para peserta. Energi positif terasa mengalir sepanjang sesi terapi tertawa. Salah satu peserta, Wiwit, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut. “Rasanya beban pikiran hilang sejenak, badan jadi lebih ringan setelah tertawa bareng-bareng,” ujarnya.
Peserta lain, Ria, mengaku terkesan dengan konsep kegiatan yang memadukan keindahan alam dan ilmu kesehatan. “Pemandangannya MasyaAllah indah, ditambah ilmunya daging semua. Jadi tahu kalau tertawa itu memang obat,” katanya.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut merasakan kegembiraan. Chalief, salah satu peserta anak, dengan polos mengatakan, “Senang bisa lari-lari sama ibu-ibu di sawah.” Sementara Bu Rida menilai kegiatan NAPAK sangat cocok sebagai sarana healing ringan namun berdampak besar.
Dakwah Menggembirakan ala PCNA Girimulyo
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ibu Kasidah, S.Ag., perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Girimulyo. Ia mengapresiasi inisiatif PCNA Girimulyo yang dinilai menghadirkan konsep dakwah yang membumi dan menyenangkan.
“Ini adalah bentuk dakwah menggembirakan. Kita sehat jasmani lewat jalan kaki, sehat rohani lewat tadabbur dan terapi tawa, sekaligus mempererat silaturahmi. Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang ikut merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Kegiatan NAPAK di Sawah Pronosutan diharapkan dapat menjadi agenda rutin PCNA Girimulyo sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara holistik, menyinergikan alam, sains, dan nilai-nilai kebersamaan dalam satu langkah sehat yang bermakna. []






