BacaJogja – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata favorit nasional. Selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, tercatat jutaan wisatawan memadati berbagai objek wisata unggulan di DIY.
Berdasarkan data resmi Visiting Jogja, kunjungan wisatawan periode 20–31 Desember 2025 menunjukkan lonjakan signifikan di sejumlah destinasi, mulai dari kawasan heritage, wisata alam, hingga wisata edukasi.
Malioboro Masih Jadi Primadona Wisata Jogja
Kawasan Malioboro menempati posisi teratas sebagai destinasi paling ramai dikunjungi dengan total 412.079 pengunjung. Ikon wisata Kota Yogyakarta ini tetap menjadi magnet utama wisatawan berkat perpaduan belanja, kuliner, budaya, dan atmosfer khas Jogja.
Selain Malioboro, destinasi wisata alam dan budaya juga menunjukkan performa kunjungan yang tinggi, menandakan minat wisatawan yang semakin beragam.
Daftar Top 10 Destinasi Wisata DIY Selama Nataru 2025
Berikut 10 destinasi wisata di DIY dengan jumlah kunjungan tertinggi selama libur Nataru 2025:
- Malioboro – 412.079 pengunjung
- Kawasan Kaliadem – 259.007 pengunjung
- Pantai Baron – Watulawang – 178.274 pengunjung
- Candi Prambanan – 174.420 pengunjung
- Pantai Parangtritis – Depok – 106.270 pengunjung
- Kawasan Kaliurang – 98.911 pengunjung
- Gembira Loka Zoo – 95.051 pengunjung
- Taman Pintar – 56.828 pengunjung
- Kedhaton Keraton Yogyakarta – 48.459 pengunjung
- Taman Sari – 46.680 pengunjung
Tingginya angka kunjungan ke Kaliadem, Kaliurang, dan Pantai Baron–Watulawang menunjukkan minat wisatawan terhadap wisata alam berbasis lanskap dan pengalaman langsung. Sementara itu, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, dan Taman Sari tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan pencinta sejarah dan budaya.
Destinasi wisata keluarga seperti Gembira Loka Zoo dan Taman Pintar juga mencatatkan angka kunjungan signifikan, terutama dari wisatawan domestik yang berlibur bersama anak-anak.
Dorong Ekonomi dan Pariwisata DIY
Lonjakan kunjungan wisatawan selama Nataru 2025 memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif, perhotelan, transportasi, UMKM, serta pelaku pariwisata lokal. Pemerintah Daerah DIY terus mendorong penguatan layanan wisata, pengelolaan destinasi berkelanjutan, dan promosi pariwisata terpadu.
Dengan capaian ini, Yogyakarta kembali membuktikan diri sebagai destinasi wisata unggulan yang lengkap, mulai dari wisata budaya, alam, edukasi, hingga urban tourism. []






